10 Perawatan Setelah Tanam Benang Supaya Lebih Awet

Salah satu jenis baru dari perawatan dermatologi kosmetik yang dikenal dengan sebutan tanam benang atau thread lift memang menjadi alternatif lain yang lebih menarik jika dibandingkan dengan perawatan konvensional seperti facelifts atau operasi kosmetik lainnya. Tidak seperti facelift yang dilakukan pemotongan jaringan, dalam prosedur tanam benang hanya dilakukan jahitan kecil yang berguna untuk mengangkat, merapikan sekaligus mengencangkan kulit di beberapa area tertentu pada wajah sehingga kerutan dan keriput bisa dihilangkan dan hasilnya tampilan kulit terlihat lebih awet muda sekaligus mengatasi penyebab wajah tidak simetris. Metode tanam benang ini juga tidak terlalu banyak menghasilkan bekas luka yang terlihat dan sifatnya yang tidak terlalu intensif membuat tanam benang menjadi pilihan yang banyak digunakan bagi orang yang ingin melakukan perubahan ringan di bagian wajah. Sesudah tanam benang selesai dilakukan, maka ada beberapa perawatan setelah tanam benang yang juga harus dilakukan dan dalam kesempatan kali ini akan kami jelaskan secara lengkap untuk anda.

  1. Istirahat dan Jangan Banyak Bergerak

Sesudah anda selesai melakukan tanam benang dan tiba di rumah, maka pastikan anda membuat diri anda rileks dan senyaman mungkin dalam beberapa hari. Anda tetap bisa bergerak seperti biasa namun sebaiknya hindari beberapa jenis aktivitas yang terlalu berat seperti olahraga sekitar 2 hingga 3 minggu sesudah tanam benang dilakukan.

  1. Perhatikan Asupan Makanan

Apabila perut anda tetap tidak bermasalah sesudah tanam benang, maka anda bisa mengkonsumsi makanan apapun seperti biasa namun tetap hindari makanan yang terlalu banyak mengandung minyak dan lemak seperti junk food yang juga harus dilakukan sesudah prosedur mikrodermabrasi. Sedangkan jika perut terasa sedikit mual, maka sebaiknya jangan mengkonsumsi makanan yang terlalu padat dan cukupi kebutuhan cairan dalam tubuh hingga rasa mual tersebut bisa hilang. Namun jika hal ini masih terus berlanjut, maka segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

  1. Minum Obat Pereda Rasa Sakit

Selama beberapa hari pertama sesudah tanam benang, anda bisa mengkonsumsi obat pereda rasa sakit jika memang dibutuhkan. Selain itu, hindari juga mengkonsumsi makanan yang bisa menyebabkan rasa mual. Umumnya pasien biasanya hanya membutuhkan obat pereda nyeri selama 2 hingga 3 hari pasca tanam benang namun tidak semua pasien membutuhkan obat tersebut. Sedangkan untuk ibuprofen atau tylenol mungkin juga bisa membantu anda mulai dari awal periode pasca tanam benang hingga beberapa hari berikutnya sekitar 7 hingga 10 hari.

  1. Lakukan Aktivitas Ringan

Seperti perawatan filler hidung, sebagian besar rasa tidak nyaman biasanya akan terjadi antara 24 hingga 48 jam pasca tanam benang. Namun rasa nyaman tersebut nantinya akan berkurang beberapa hari sesudahnya dan anda bisa melanjutkan aktivitas normal seperti biasa namun pastikan aktivitas tersebut masih ringan dan bisa ditolerir. Sedangkan jika anda memang ingin melakukan aktivitas yang sedikit lebih berat seperti mengangkat benda, maka sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter anda.

  1. Memperhatikan Cara Tidur

Seperti pantangan sesudah operasi hidung, setelah melakukan tanam benang, ada beberapa kebiasaan tidur yang mungkin tidak boleh anda lakukan untuk sementara waktu. Bagi anda yang terbiasa tidur dengan meletakkan tangan di bawah wajah atau tidur dengan ketinggian bantal yang rendah sebaiknya tidak dilakukan sekitar sebulan pertama. Selain itu, hindari juga melakukan pijatan wajah, menarik pipi ke arah bawah atau meregangkan wajah sekitar selama 1 bulan pasca tanam benang dan untuk pria diharapkan lebih berhati hati saat mencukur. Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar benang memiliki waktu cukup agar bisa terkunci di tempatnya dan tidak mengendur kembali.

  1. Perawatan Wajah

Untuk anda yang akan langsung beraktivitas sesudah prosedur tanam benang dilakukan, maka anda bisa menggunakan pelembab, tabir surya dan juga make up sesudah prosedur tanam benang tersebut selesai dilakukan. Beberapa orang kemungkinan akan mengalami memar ringan sesudah tanam benang dan untuk menutupi memar tersebut bisa digunakan concealer yang ringan untuk menyamarkan memar tersebut.

  1. Berkendara Sesudah Tanam Benang

Apabila proses tanam benang hidung atau bagian wajah lainnya yang anda lakukan memakai anestesi lokal atau tanpa sedasi, maka anda diperbolehkan untuk mengemudi sesudah prosedur tanam benang dilakukan. Namun sebaiknya, anda juga ditemani dengan orang lain untuk mengantar anda pulang agar lebih aman.

  1. Melakukan Check Up

Check up sebaiknya juga dilakukan sesudah beberapa hari prosedur tanam benang dilakukan. Hal ini berguna untuk melakukan penyesuaian kecil atau melihat sumetri wajah yang biasanya akan dilakukan satu minggu sesudah proses tanam benang dilakukan sekaligus untuk menghilangkan jahitan.

  1. Minimalkan Paparan Sinar Matahari

Terkena sinar matahari terlalu berlebihan bisa merusak kulit karena radiasi dari sinar ultraviolet sangat berbahaya seperti perawatan setelah suntik putih. Untuk itu sesudah tanam benang, usahakan untuk meminimalisir atau lebih bagus lagi hindari paparan sinar matahari. Gunakan tabir surya dengan SPF yang tinggi agar kerusakan yang disebabkan karena sinar matahari bisa dikurangi.

  1. Mengikuti Instruksi Dokter

Ikuti juga segala instruksi yang diberikan oleh dokter pasca tanam benang dengan baik dan benar. Kemungkinan, anda akan diminta untuk pulang dengan ditemani seseorang dan harus beristirahat penuh selama 24 jam sesudah prosedur. Sedangkan untuk mengkonsumsi obat pereda rasa sakit sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter bedah agar bisa diberikan pilihan terbaik dan aman untuk dikonsumsi.

Demikian ulasan yang bisa kami berikan mengenai perawatan setelah tanam benang yang harus anda lakukan. Jika semua langkah yang sudah kami berikan anda ikuti dengan baik, maka hasil dari tanam benang nantinya bisa semakin awet dan tahan lama. Namun untuk kesehatan kulit secara menyeluruh tergantung dari beberapa faktor tertentu seperti usia atau kebiasaan buruk yang mendasari.