Penyebab Kulit Jamuran yang Harus Anda Ketahui

Salah satu masalah yang rentan menimpa kulit yaitu infeksi jamur. Di tubuh manusia, jamur itu sendiri biasanya tumbuh pada area yang lembab seperti organ intim, ketiak, sela-sela jari. Jamur bisa menyebabkan masalah pada kulit. Ciri-ciri kulit berjamur biasanya akan terasa gatal.

Infeksi jamur itu sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Nah, untuk mengetahui penyebab kulit jamuran sesuai dengan kondisinya, anda bisa simak penjelasan penyebab kulit jamuran di bawah ini.

Penyebab Kulit Jamuran

Berikut ini penyebab kulit jamuran dan faktor risikonnya yang penting diketahhui.

1. Kurap

Masalah kulit ‘Kurap’ disebabkan oleh jamur Dermatophyta. Golongan jamur ini hidup pada keratin, yang merupakan protein pada kulit, rambut dan kuku. Ada beberapa jenis Dermatophyta yang dapat menyebabkan penyakit kurap seperti, Microsporum, Epidermophyton  dan Trichophyton. Jamur ini hidup alami pada kulit dan tidak  akan menimbulkan masalah. Hanya saja, saat jamur berkembang dengan  cepat, seperti pada lingkungan yang lembab maka akan dapat menyebabkan infeksi pada kulit.

Kurap dapat menjadi penyebab alergi kulit wajah. Kurap itu sendiri bisa menyebar melalui kontak fisik antara sesama manusia atau benda yang sudah terkontaminasi seperti misalkan, pemakaian handuk atau baju dengan orang yang mengalami kurap. Penularan juga dapat dengan hewan yang sudah  terinfeki atau tanah yang mengandung spora jamur.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan infeksi kurap di antaranya yaitu berenang, terdapat luka pada kulit, tidak menggunakan alas kaki, mandi di fasilitas umum dan berbagi pakaian atau sikat gigi dengan penderita kurap.

2. Panu

Panu merupakan masalah pada kulit yang disebabkan oleh jamur Malassezia pada kulit. Sebenarnya belum diketahui apa yang menyebabka jamur ini berkembang. Namun, para ahli mengaitkannya dengan beberapa faktor seperti keringat berlebih, cuaca panas dan lembab, penyebab kulit berminyak, lemahnya sistem kekebalan tubuh dan perubahan hormon.

3. Jamur Kuku

Sama halnya dengan masalah kulit kurap, jamur kuku juga disebabkan oleh golongan jamur Dermatophyta. Infeksi jamur ini bisa terjadi karena menggunakan alat meni pedi di salon kecantikan, yang biasanya tidak disterilkan setelah digunakan pada orang lain.

Ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko jamur kuku, di antaranya yaitu orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, mengalami cedera pada kulit di sekitar kuku atau pada kuku dan menggunakan kuku palsu. Keadaan lembab pada kaki juga dapat meningkatkan risiko mengalammi masalah ini. Biasanya orang yang sudah berusia 65 tahun rentan mengalami masalah yang satu ini.

4. Ruam Popok

Penyebab ruam popok yaitu karena  jamur Candida albicans. Tempat perkembangan jamur ini biasanya pada area yang lembab. Seperti misalkan pada bayi atau anak-anak yang terlalu lama menggunakan popok basah karena urine.

Selain itu, ruam popok juga dapat muncul karena bayi menggunakan popok yang terlalu ketat.  Tidak hanya itu, paparann zat kimia dapat mengiritasi kulit dan mengakibatkan munculnya ruam.

5. Kandidiasis

Jamur Candida menjadi penyebab kulit jamuran kandidiasis. Jamur ini hidup dengan alami pada kulit. Hanya saja, pertumbuhannya bisa tidak terkendali  dan dapat menyebabkan infeksi. Masalah kulit yang satu  ini  bisa disebabkan karena beberapa faktor seperti keadaan cuaca yang sedang panas, berat badan berlebih, kulit basah atau lembab, menggunakan pakaian ketat, kebersihan tubuh kurang terjaga, menggunakan jenis obat tertentu, mengalami kondisi yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Benarkah Blerang Bisa Membantu Mengatasi Kurap dan Panu ?

Biasanya banyak orang yang mengatasi masalah kulit kurap dan panu dengan menggunakan blerang, karena manfaat blerang untuk kulit dianggap bisa mengatasi masalah kulit tersebut. Cara memakai blerang untuk  gatal-gatal karena kurap dan panu diketahui mudah. Namun untuk mengetahui cara mengatasi yang tepat, alangkah lebih baik anda berkonsultasi langsung pada dokter.

Demikian beberapa penyebab kulit jamuran. Jika anda mengalami kondisi tersebut, untuk mengatasinya sebaiknya anda konsultasikan pada dokter kulit.