4 Cara Menghilangkan Ketombe dengan Garam yang Ampuh

Rambut yang sehat dan indah menjadi salah satu indikator kecantikan para wanita dan tidak bisa dipisahkan dari ritual perawatan kecantikan lainnya. Wajah yang sudah tampak cantik sempurna akan terlihat kurang apabila rambut tidak terawat. Untuk menyempurnakan penampilan rambutnya para wanita seringkali melakukan berbagai perawatan baik yang modern maupun yang tradisional. Hal itu tentu dilakukan untuk menjaga kondisi rambutnya agar tetap indah dan terawat.

Salah satu masalah rambut yang cukup mengganggu adalah ketombe. Ketombe mudah sekali terlihat oleh mata, karena itu dapat menjadi masalah yang dapat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Pada kasus ketombe yang parah, serpihannya bahkan dapat berjatuhan sendiri dari kepala bahkan hanya dengan gerakan tubuh saja. Banyak cara mengatasi ketombe dengan menggunakan perawatan modern seperti shampo anti ketombe yang biasanya dipilih oleh kebanyakan orang. Namun ada juga yang memilih perawatan tradisional seperti menggunakan manfaat air garam untuk kulit kepala berupa manfaat garam untuk rambut berketombe. Sebelum membahas tentang manfaat garam untuk ketombe, mari kita kenali dulu beberapa hal yang berupa serba serbi tentang garam.

Macam – macam Garam Kimia

Garam terbentuk dari hasil reaksi antara senyawa asam dan basa, dan merupakan senyawa ionik yang terdiri dari ion positif yang biasa disebut kation serta ion negatif yang biasa disebut anion. Ada beberapa macam garam yang terbentuk secara kimia yaitu:

  • Garam Basa – Yaitu garam yang terhidrolisa dan membentuk ion hidroksida ketika dilarutkan dalam air.
  • Garam Asam  – Yaitu garam yang terhidrolisa dan membentuk ion hidronium di air.
  • Garam Netral – Adalah garam yang bukan termasuk garam asam ataupun garam basa.

Karakteristik Garam Secara Kimia

Warna garam secara kimia ada beberapa macam yaitu:

  • Kuning atau dikenal dengan nama kimia Natrium Kromat.
  • Jingga atau dikenal dengan nama kimia Kalium Dikromat.
  • Merah atau dikenal dengan nama kimia Kalium Ferisianida.
  • Mauve, atau dikenal dengan nama kimia Kobalt Klorida Heksahidrat.
  • Biru atau dikenal dengan nama kimia Tembaga Sulfat Pentahidrat.
  • Ungu atau dikenal dengan nama kimia Kalium Permanganat.
  • Hijau atau dikenal dengan nama kimia Nikel Klorida Heksahidrat.
  • Putih atau dikenal dengan nama kimia Natrium Klorida , juga dikenal sebagai garam dapur.
  • Hitam atau dikenal dengan nama kimia Mangan Dioksida.
  • Tidak berwarna atau dikenal dengan nama kimia Magnesium Sulfate Heptahidrat.

Garam tidak hanya terasa asin saja, namun ada lima rasa berbeda di semua garam yaitu asin (natrium klorida), manis yaitu rasa dari timbal asetat yang beracun jika sampai tertelan, asam (kalium bitartrat), dan pahit ( magnesium sulfat) serta gurih (monosodium glutamat). Begitu pula dengan bau.  Garam kuat yang terbentuk dari asam kuat serta basa kuat biasanya tidak berbau, sedangkan garam lemah yang biasa terbentuk dari asam lemah serta basa lemah lebih berbau.

Jenis Garam Konsumsi

Garam kimia sudah tentu bukanlah jenis garam yang dapat dikonsumsi begitu saja. Untuk pemakaian pada makanan, garam yang dapat dikonsumsi berbeda formulanya dengan garam secara komposisi kimia yang baru saja dibahas. Garam yang layak dikonsumsi ada beberapa jenis yaitu :

1. Garam Meja

Garam jenis ini adalah garam yang diproses dengan cara yang sangat murni sehingga terbentuk butiran yang sangat halus dan lembut. Garam bukanlah sumber yodium yang paling utama, namun di dalam garam terkandung zat yang sangat penting bagi kesehatan kelenjar tiroid. Kandungan garam meja adalah natrium klorida murni yang mencapaui 97%. Untuk mencegahnya dari penggumpalan, biasanya garam meja ditambahkan bahan agen anti caking. Karena itulah garam meja tampil sebagai butiran halus yang tidak saling menempel.

2. Garam Laut

Dibuat dengan cara menguapkan air laut, jenis garam ini juga mengandung banyak natrium klorida alami sama dengan garam meja akan tetapi mengandung sedikit mineral berupa kalium, zat besi, dan seng. Garam laut juga bisa tercemar logam lain seperti timbal karena dibuat di laut. Tingginya unsur mineral dan kotoran pada garam laut bisa dilihat dari warnanya. Semakin gelap warna garam laut, maka kandungan unsur mineral dan kotorannya juga semakin tinggi. Rasa dari garam laut mungkin juga lebih kuat daripada rasa garam meja.

3. Garam Himalaya

Walaupun garam ini dinamakan garam Himalaya, namun asalnya bukanlah dari himalaya melainkan dari tambang garam terbesar kedua di dunia di Pakistan. Warna garam ini adalah merah muda karena dipengaruhi oleh tingkat kandungan zat besi di dalam garam tersebut. Kadar natriumnya lebih rendah daripada garam meja, tetapi kandungan mineralnya dapat mencapai 84 buah mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh antara lain kalsium, kalium, magnesium, dan zat besi. Karena kandungan mineralnya itu pula, garam himalaya sering digunakan untuk membantu mengurangi kram otot, menjaga kesehatan gula darah, dan menjaga kesehatan asam atau basa dalam sel tubuh.

4. Garam Kosher

Tekstur garam kosher menyerupai kristal yang tidak beraturan, berbeda dengan garam meja yang biasa kita gunakan. Garam kosher tidak mengandung yodium dan agen anti caking sehingga lebih mudah menggumpal. Rasanya tidak jauh berbeda dengan garam meja bahkan lebih ringan.

5. Garam Celtic

Garam ini juga dikenal dengan grey salt atau garam abu – abu karena warnanya yang keabu – abuan. Kandungan sedikit air di dalam garam ini membuatnya tetap lembab. Kandungan natriumnya pun lebih rendah dari garam meja dan bersifat basa sehingga sering dipakai untuk mencegah kram otot.

Manfaat Garam untuk Kecantikan Rambut

Kecantikan wanita dari ujung rambut sampai ujung kaki ternyata juga bisa dirawat dengan menggunakan garam. Hal ini didasarkan oleh beberapa manfaat garam untuk kulit yang bisa diterapkan juga pada kulit kepala. Berikut ini adalah beberapa manfaat garam yang bisa digunakan untuk perawatan rambut, yaitu:

  • Menyerap minyak berlebih dari rambut – Jika rambut Anda berminyak, pasti Anda sering mendapatkan masalah seputar perawatan rambut. Ketombe adalah salah satu masalahnya. Garam memiliki kandungan mineral yang dapat berguna untuk menyerap kelebihan minyak di kulit kepala. Caranya hanya dengan keramas menggunakan air garam setiap beberapa waktu sekali.
  • Menjaga Kelembaban Rambut – Kebalikannya dari kulit kepala berminyak, kulit kepala yang terlalu kering juga dapat menimbulkan masalah bagi rambut kita. Pada kondisi kulit kepala kering, pengelupasan berlebihan dapat terjadi sehingga menimbulkan ketombe. Garam dapat membuat kulit kepala menjadi lembab kembali dengan menggosokkan garam pada kulit kepala, lalu diamkan selama beberapa saat. cara tersebut akan membantu memulihkan kelembaban pada kulit kepala.
  • Mempercepat pengelupasan sel kulit – Sel kulit mati adakalanya tidak bisa cepat mengelupas dengan sendirinya. Manfaat air garam untuk kulit berhubungan dengan hal ini juga. Garam dapat membantu pengelupasan kulit tersebut dengan menggunakannya sebagai scrub kepala karena tekstur garam yang kasar. Caranya dengan membasahi rambut, kemudian pijat kulit kepala dengan garam sekitar lima belas menit. Lalu bilas kembali dengan air bersih.

Ketombe

Saat ini hampir tidak ada orang yang tidak pernah mengalami ketombe pada rambutnya. Di iklim tropis seperti negara kita kondisi cuaca yang lembab juga memudahkan keringat sering terjadi pada kulit kepala. Keringat ini bisa menjadi salah satu pemicu timbulnya ketombe. Sebenarnya ketombe adalah serpihan kulit kepala yang berwarna putih atau keabuan yang rontok dari kulit kepala. Ketika mengelupas atau rontok ketombe biasanya akan terlihat di sela – sela rambut atau di pundak seseorang. Ketombe akan menjadi penyebab kulit kepala gatal dan penyebab rambut gatal, dan ketika digaruk serpihan kulit kepala tersebut akan berjatuhan ke pundak dan pakaian seseorang.

Proses Terjadinya Ketombe

Pada kulit kepala kita terdapat kelenjar yang memproduksi sebum dan juga organisme sangat kecil yang disebut Melasezia Globosa. Bagi orang yang sensitif terhadap organisme ini bisa mengalami ketombe sebagai akibatnya. Dala keadaan normal, kulit kepala yang mengelupas tidak terlihat. Namun ketika kulit kepala mengalami gangguan, tubuh akan bereaksi dengan mempercepat pengelupasan siklus sel kulit. Kulit kepala yang mengelupas inilah yang disebut ketombe.

Jenis Ketombe

Kebanyakan orang menderita ketombe yang disebabkan oleh pengelupasan kulit kepala. Terkadang bahkan menyebabkan gatal yang lumayan serius dan luka pada kulit kepala karena digaruk. Ada dua tipe atau jenis ketombe yang dapat terjadi pada kulit kepala yaitu kering dan berminyak. Jika Anda memiliki kulit kepala yang kering, ketombe yang muncul pun berupa kulit kering. Dan jika Anda memiliki kulit kepala yang berminyak, maka akan timbul ketombe dari kulit berminyak. Keduanya dapat menjadi penyebab kulit kepala gatal dan bentol.

Tanda atau Gejala Ketombe

Ketombe tidak menular dan bukanlah suatu masalah pada kulit kepala yang sangat serius, namun kondisi seseorang yang berketombe bisa jadi merupakan hal yang memalukan. Ketombe dapat mengesankan seseorang yang jorok dan tidak pernah merawat dirinya sendiri, padahal terkadang masalah ketombe tidak berhubungan dengan kebersihan pribadi. Tanda orang berketombe yang paling jelas terlihat adalah adanya serpihan – serpihan berwarna putih di rambut atau pakaian. Selain itu biasanya akan ada gejala kulit kepala terasa kencang dan gatal, mungkin juga ada terlihat kemerahan pada kulit kepala.

 

Menggunakan Garam untuk Mengatasi Ketombe

Garam mengandung senyawa yang dapat membunuh bakteri di kulit kepala dan juga membasmi ketombe karena garam bersifat abrasif dan bersifat antiseptik. Kedua sifat garam ini membuatnya sangat berguna untuk mengatasi masalah ketombe. Selain itu, garam juga dapat mempercepat pengelupasan sel kulit mati di tubuh kita. Garam juga merupakan cara yang lebih aman untuk membasmi ketombe selain menggunakan shampo anti ketombe. Cara menghilangkan ketombe dengan garam ada beberapa macam, yaitu:

1. Memijat Kulit Kepala dengan Garam Saat Rambut Basah

Ini adalah salah satu cara yang ampuh untuk mengatasi ketombe basah yang diderita orang dengan kulit kepala berminyak. Sel kulit mati yang tercampur dengan sebum membentuk endapan yang lengket di kulit kepala. Ketika menggosok kulit kepala dengan garam, hal itu akan membantu melepaskan lapisan ketombe yang akan mempermudah rontoknya lapisan ketombe tersebut. Cara memijat kulit kepala dengan garam sebagai cara alami menghilangkan ketombe yaitu:

  • Basahi rambut dan kulit kepala lebih dulu.
  • Taburkan garam ke kulit kepala yang lembab setelah dibasahi.
  • Pijat kulit kepala menggunakan ujung jari tangan selama beberapa menit.
  • Setelah selesai memijat, bilas rambut dengan air hangat untuk membersihkan sisa garam di rambut.
  • Anda juga bisa mencuci rambut dengan shampo berbahan ringan jika diinginkan.

2. Memijat Kulit Kepala dengan Garam Menggunakan Tangan

Ada satu lagi cara memijat kulit kepala dengan garam yang bisa menjadi cara menghilangkan ketombe dengan ampuh, dan juga bisa menjadi cara menghilangkan ketombe pada rambut berhijab yaitu:

  • Siapkan beberapa sendok makan garam dapur, antara dua sampai lima sendok makan.
  • Larutkan ke dalam air bersuhu biasa, tidak panas dan tidak dingin.
  • Gosokkan air garam ini ke kulit kepala menggunakan kedua tangan.
  • Diamkan sekitar lima belas sampai dua puluh menit sambil memijat kepala dengan lembut.
  • Setelah air garam menyerap, basuhlah lagi dengan air biasa sambil digosok hingga bersih.

3. Memijat Kulit Kepala dengan Garam Saat Kepala Kering

Garam membantu melonggarkan ketombe dari kulit kepala dan memberi stimulasi pada peredaran darah di kulit kepala agar lebih sehat. Selain menjadi cara menghilangkan ketombe di kulit kepala, garam juga menyerap kelebihan minyak dan mencegah pertumbuhan jamur dan ketombe kembali. Caranya:

  • Bagi rambut menjadi beberapa bagian.
  • Taburkan beberapa sendok garam di setiap bagian rambut.
  • Basahi ujung jari dan pijat rambut serta kulit kepala dengan lembut selama sepuluh sampai lima belas menit.
  • Cuci rambut dan beri kondisioner setelahnya.

4. Mencuci Rambut dengan Garam

Mencuci rambut serta kulit kepala dengan garam juga dapat memberikan solusi untuk mengatasi masalah ketombe, sebagai cara menghilangkan ketombe secara alami. Sifat antiseptik dari air garam membantu menyingkirkan jamur yang hidup di kulit kepala dan menyebabkan iritasi, yang meningkatkan pengelupasan secara cepat pada kulit kepala. Cara menggunakan garam untuk mencuci rambut yaitu:

  • Tuangkan dua cangkir air di dalam panci dan hangatkan air tersebut.
  • Larutkan tiga sendok makan garam dlam air tersebut.
  • Setelah air mendingin, cuci rambut dengan menggunakan air garam itu.
  • Pijat kulit kepala selama beberapa menit untuk meningkatkan penyerapan air garam ke kulit kepala.
  • Bilas kulit kepala dan rambut secara menyeluruh dengan air yang segar sampai bersih.

4. Garam dan Minyak untuk Rambut Berketombe

Menggunakan garam kepada kulit kepala cenderung akan mengurangi minyak alami pada kulit kepala tersebut. Jika Anda mempunyai kulit kepala yang cenderung kering, maka daripada menggunakan garam langsung pada kulit kepala sebaiknya Anda mencampurnya terlebih dulu dengan minyak esensial seperti minyak kelapa atau minyak zaitun. Hal ini akan membantu mencegah kulit kepala menjadi kering karena perawatan dengan garam. Cara menggunakan garam dengan minyak esensial yaitu:

  • Campurkan dua sendok makan garam laut dengan seperempat cangkir minyak zaitun hangat.
  • Tambahkan satu sendok makan air perasan lemon.
  • Campur keduanya sampai merata dengan baik.
  • Pijat kulit kepala dengan menggunakan ramuan ini.
  • Biarkan untuk meresap di kulit kepala selama lima belas atau dua puluh menit.
  • Cuci rambut sampai bersih dengan shampo yang berbahan ringan.

Anda bebas menggunakan manfaat minyak kelapa untuk rambut yang juga memiliki manfaat VCO untuk rambut bayi, atau dengan minyak zaitun sebagai cara menghilangkan ketombe dengan minyak zaitun. Minyak zaitun juga dapat digunakan kegunaannya sebagai manfaat minyak zaitun untuk rambut anak atau manfaat jeruk nipis dan minyak zaitun untuk rambut.

Keuntungan Menggunakan Garam

Menggunakan garam untuk membasmi masalah ketombe mempunyai beberapa keuntungan tersendiri, yaitu:

  • Ketika menggosok kulit kepala dengan garam, sel kulit mati yang menumpuk di kulit kepala akan berjatuhan dan membuat kulit kepala menjadi bersih.
  • Perawatan menggunakan garam untuk ketombe tidak memerlukan biaya mahal dan mudah dilakukan.
  • Kulit kepala tidak lagi berminyak karena kelebihan minyak diserap oleh garam.
  • Garam juga membantu menghilangkan kelembaban ekstra pada kulit kepala yang dapat menumbuhkan jamur. Selain bermanfaat untuk rambut, ada pula manfaat air garam untuk wajah yang berguna untuk mengobati jerawat dan komedo dan garam, serta menjadi cara menghilangkan bulu di wajah. Garam juga dapat menjadi cara menghaluskan kulit kaki.

Tidak hanya menggunakan garam untuk menghilangkan ketombe, ada juga cara menghilangkan ketombe dengan jeruk nipis, cara menghilangkan ketombe dengan baking soda, cara menghilangkan ketombe dengan lidah buaya dan juga cara menghilangkan ketombe dengan cuka yang bisa Anda coba. Sementara itu Anda juga perlu memperhatikan berbagai cara untuk mencegah penyebab ketombe tersebut kembali lagi ke kulit kepala Anda. Perlunya menjaga rutinitas membersihkan rambut serta menjaga stres dan pola makan serta asupan gizi yang baik serta mengandung vitamin A, B dan E juga harus dilakukan untuk mendukung pembasmian ketombe pada kulit kepala Anda.

Penyebab Ketombe

Walaupun secara umum ketombe bukanlah masalah kulit kepala yang sangat serius dampaknya, namun tetap saja hal ini akan membuat seseorang merasa tidak percaya diri. Untuk dapat mengatasi masalah ketombe dikulit kepala, terlebih dulu harus diketahui apa persisnya yang menjadi faktor penyebabnya.

  • Kulit Kering

Penyebab yang paling umum yang berkaitan dengan kemunculan ketombe adalah kondisi kulit yang kering. Kulit kering ini juga bisa terjadi pada kulit kepala sehingga mengelupas. Bentuk serpihan ketombe yang muncul akibat kulit kepala yang kering biasanya tampak lebih kecil dan kering dibandingkan ketombe lain. Biasanya, kulit yang kering tidak hanya di kulit kepala, tapi juga di tangan dan kaki.

  • Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik bisa juga mempengaruhi area lain di tubuh yang memiliki kelenjar minyak misalnya alis, bagian samping hidung, ketiak dan selangkangan serta tulang dada. Gejalanya yaitu kulit berminyak berwarna kemerahan dan ada serpihan kulit berwarna putih atau bersisik berwarna kekuningan.

  • Jarang Keramas

Minyak di kulit kepala juga bisa menumpuk dan menyebabkan ketombe, hal ini terutama bisa terjadi jika Anda jarang keramas atau mencuci rambut. Jarang keramas juga dapat menjadi penyebab rambut berminyak. Membersihkan rambut sangat perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan pribadi, namun manfaat cuci rambut setiap hari juga tidak bisa diterapkan terlalu sering, karena dapat menyebabkan kulit kepala justru menjadi kering. Karena itu aturlah jadwal cuci rambut setidaknya setiap dua hari sekali untuk menjaga kebersihan rambut.

  • Eksim

Eksim adalah peradangan kronis yang terjadi pada kulit yang membuat kepala terasa gatal dan juga timbul serpihan kulit kepala yang rontok atau mengelupas. Semua orang bisa mengalami penyakit eksim, walaupun sebagian besar biasanya terjadi pada anak – anak.

  • Psoriasis

Kondisi ini adalah semacam penyakit kulit ketika sel kulit mati yang kering dan kasar menumpuk sehingga menyebabkan kulit bersisik. Penyakit ini memicu banyak sel kulit untuk tumbuh di berbagai bagian tubuh sehingga tampak menumpuk di kulit pada berbagai bagian tubuh termasuk kulit kepala.

  • Suhu Panas

Bila kepala sering terkena panas seperti hair dryer, sering menggunakan manfaat catok rambut, menggunakan kerudung, sering beraktivitas di terik matahari tanpa pelindung kepala, semua hal itu meningkatkan kemungkinan sel kulit di kepala mati dan menyebabkan ketombe.

  • Alergi produk rambut

Menggunakan produk perawatan rambut juga harus diperhatikan dengan cermat, karena produk yang kurang cocok untuk Anda juga dapat memancing ketombe dan gatal – gatal di kulit kepala. Biasanya hal ini terjadi karena produk rambut berbahan kimia.

  • Jamur

Di kulit kepala setiap orang terdapat jamur yang bernama Malassezia. Pada umumnya jamur ini tidak berbahaya, namun ada kalanya pertumbuhan jamur ini sangat cepat sehingga kulit kepala menjadi gatal dan berketombe. Jamur ini hidup dengan memakan minyak yang ada pada folikel rambut sehingga kulit kepala menjadi kering jika banyak terdapat jamur ini.

  • Kondisi Hormonal

Perubahan dalam level hormon di dalam tubuh bisa menjadi penyebab timbulnya ketombe. Ini juga yang menyebabkan ketombe lebih umum terjadi di lingkungan remaja daripada orang dewasa, karena mereka banyak mengalami masalah hormonal sehubungan dengan proses kedewasaannya. Ketombe semacam ini akan hilang ketika level hormon sudah mencapai keseimbangan.

Faktor yang Meningkatkan Resiko Timbulnya Ketombe

Selain hal – hal yang sudah pasti menjadi penyebab ketombe, ada beberapa faktor lain yang juga dapat mendorong seseorang lebih mudah mengalami ketombe. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah:

  • Orang berjenis kelamin laki – laki beresiko terkena masalah ketombe karena masalah yang berasal dari hormon laki – laki.
  • Kondisi pikiran yang stres juga dapat memancing datangnya ketombe, karena stres mengganggu keseimbangan hormonal. Begitu pula dengan masalah ketidak seimbangan hormonal lainnya seperti pubertas, kehamilan, menopause atau menstruasi yang bisa meningkatkan resiko ketombe.
  • Memasuki usia dewasa atau usia setengah baya biasanya lebih mudah mengalami ketombe di kepala.
  • Asupan gizi yang masuk ke tubuh juga berpengaruh terhadap ketombe. Kekurangan seng atau zinc, vitamin B atau lemak tertentu maka dapat membuat seseorang rentan mengalami ketombe.
  • Ketombe juga bisa terjadi jika seseorang menderita penyakit tertentu seperti HIV atau parkinson, stroke, penyakit jantung, dan lainnya.

Fakta Tentang Ketombe

Anda perlu mengetahui beberapa fakta tentang ketombe yang mungkin dapat berguna dalam usaha untuk mengatasinya. Fakta – fakta tentang ketombe tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Ketombe sebenarnya adalah jamur. Pada kulit kepala kita memang terdapat organisme semacam jamur, kondisi semacam ini sepenuhnya normal. Ketombe terjadi ketika pertumbuhan jamur melebihi kapasitas yang biasanya.
  • Ketombe juga dapat disebabkan karena kondisi kulit kepala yang kelewat berminyak. Campuran minyak, jamur dan sel kulit mati akhirnya rontok dan menjadi ketombe.
  • Menggaruknya hanya akan membuat ketombe bertambah buruk. Jika rasa gatal semakin menjadi, sebaiknya temui dokter untuk mendiagnosa masalah kulit kepala Anda.
  • Olah raga secara teratur dapat membantu mengatasi masalah ketombe, karena dapat memperbaiki peredaran darah di seluruh tubuh. Peredaran darah yang lancar akan menghasilkan kulit dan rambut yang sehat.
  • Ketombe lebih umum terjadi pada orang – orang dengan rentang usia 15-50 tahun.
  • Pada musim dingin dan pertengahan musim panas, ketombe biasanya akan terlihat lebih banyak karena udara kering.

Efek Samping Ketombe

Walaupun relatif tidak berbahaya dan tidak berhubungan dengan kebersihan pribadi seseorang, ketombe akan mendatangkan efek samping bagi Anda jika tidak segera diatasi hingga tuntas. Apa saja efek samping yang dapat ditimbulkan oleh keberadaan ketombe yang menahun? Simaklah penjelasannya berikut ini:

  • Masalah Gatal

Rasa gatal di kulit kepala bisa jadi sangat menjengkelkan bagi orang yang sedang mengalami masalah ketombe. Bila rasa gatalnya lumayan terasa, kita akan sulit menahan diri untuk tidak menggaruknya. Hal ini tentu akan menjadi gangguan bagi aktivitas sehari – hari.

  • Masalah rambut rontok

Ketombe lama kelamaan akan menghilangkan minyak pelindung folikel rambut sehingga akan berakibat pada kerontokan rambut. Rambut yang kehilangan minyak alaminya lama kelamaan akan menjadi kering hingga rapuh dan mudah patah serta rontok. Anda bisa mengatasi masalah rambut rontok dengan shampo yang bagus untuk rambut rontok dan manfaat alpukat untuk rambut rontok.

  • Masalah kulit dengan timbulnya jerawat

Ketombe yang terlalu lama dibiarkan dan tidak diobati akan membuat seseorang mengalami masalah kulit seperti jerawat. Kotoran dari kulit kepala yang mengenai kulit wajah lama kelamaan akan memancing timbulnya jerawat di wajah pula. Jerawat dapat diatasi secara tradisional dengan manfaat daun mint untuk wajah dan manfaat jeruk lemon untuk wajah.

  • Masalah gangguan pernapasan

Serpihan ketombe yang berjatuhan dari kulit kepala bila dibiarkan dalam waktu lama juga akan mengganggu pernapasan karena bisa terhisap melalui paru – paru. Hal ini akan menimbulkan gangguan kesehatan yang cukup merepotkan, terlebih pada orang dengan bakat penyakit asma.