17 Penyebab Rambut Botak Pada Pria, Wanita dan Remaja

Berbagai penyebab dari rambut rontok tentu membuat pria dan juga wanita mulai dihantui dengan ketakutan terjadi kebotakan. Pada saat normal, rambut akan rontok sebanyak 50 sampai 100 helai per harinya dan ini merupakan hal normal sebab rambut akan tumbuh kembali. Akan tetapi, jika rambut rontok tidak diikuti dengan pertumbuhan rambut baru atau saat folikel rambut yang rusak menjadi jaringan parut, maka hal tersebut bisa menyebabkan kebotakan permanen yang tentunya dihindari semua orang kecuali untuk pria yang memang menyenangi gaya rambut botak. Kepala botak diawali dengan rontok rambut terlalu berlebihan yang disebabkan karena banyak faktor internal atau eksternal tubuh sehingga dibutuhkan cara mengurangi rambut rontok sehingga kebotakan bisa dicegah dan berikut ini adalah ulasan lengkap mengenai penyebab rambut botak yang harus anda waspadai dan sebisa mungkin dihindari.

  1. Trauma Fisik Berlebihan

Berbagai jenis trauma fisik, pernah mengalami kecelakaan kendaraan, menjalani operasi atau penyakit kronis bisa membuat rambut mengalami kerontokan parah yang disebut dengan telogen effuvium. Pada keadaan normal, rambut memiliki siklus yang teratur diantara fase pertumbuhan, fase istirahat dan juga fase kerontokan rambut. Akan tetapi, apabila pernah mengalami trauma fisik parah, maka siklus rambut lebih meningkat dalam fase kerontokan dan akhirnya rambut tidak dapat tumbuh dan mengalami kebotakan. Manfaat hair tonic yang sangat baik bisa digunakan untuk megatasi masalah pada rambut ini.

  1. Kekurangan Protein

Apabila dalam asupan makanan sehari hari tidak mencukupi kebutuhan protein, maka pertumbuhan rambut semakin lama akan mati dan akan terjadi sesudah 2 sampai 3 bulan sesudah tubuh kekurangan protein yang akhirnya berujung pada kebotakan.

  1. Suplemen Vitamin A Berlebihan

Terlalu banyak mengkonsumsi suplemen atau obat yang mengandung vitamin A juga akan meningkatkan kebotakan rambut. Kebutuhan vitamin A per hari adalah 5 ribu dan dalam suplemen A bisa mengandung 2500 sampai 10 ribu yang membuat tubuh akhirnya kelebihan vitamin A.

  1. Masa Kehamilan

Kehamilan merupakan salah satu stres fisik yang bisa menyebabkan kerontokan serta kebotakan rambut yang terjadi karena perubahan hormon. Kerontokan rambut ini akan lebih sering terlihat sesudah wanita selesai melahirkan dibandingkan saat mengandung.

  1. Kombinasi Hormon

Pada laki laki, sekitar 2 dari 3 pria akan mengalami kerontokan rambut saat memasuki usia 60-an yang akhirnya menyebabkan botak. Kerontokan pada pria ini terjadi karena kombinasi gen serta hormon seks pria yang umumnya akan mulai menipis di bagian pelipis dan membentuk pola kebotakan seperti huruf M.

  1. Faktor Keturunan

Jka pada wanita, rambut rontok dinamakan dengan alopesia androgenik atau androgenetik. Apabila seorang wanita memiliki keturunan wanita yang juga mengalami kerontokan rambut, maka risiko kebotakan juga akan semakin tinggi.

  1. Hormon Wanita

Seperti halnya perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan, maka saat memasuki masa menopause maka membuat rambut semakin menipis yang akhirnya mulai rontok parah dan kemudian berakhir dengan kebotakan. Selain itu, penggunaan pil KB juga akan memicu perubahan hormon wanita yang juga menyebabkan rambut rontok serta botak. Manfaat alpukat untuk rambut rontok bisa menjadi solusi terbaik untuk mengatasi kebotakan yang semakin parah.

  1. Stress Berlebihan

Tingkat stress yang terlalu tinggi juga menjadi penyebab rambut menjadi botak lebih parah jika dibandingkan dengan stress fisik. Beberapa peristiwa yang memicu stress seperti ditinggal seseorang yang disayangi, kasus perceraian, menghadapi anggota keluarga yang sakit dan sebagainya akan meningkatkan stress yang akhirnya memperburuk masalah kebotakan pada rambut.

  1. Anemia

Setidaknya 1 dari 10 wanita yang berumur antara 20 sampai 49 tahun menderita anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi. Penyakit anemia ini juga menjadi penyebab dari rambut rontok. Akibat rambut rontok yang terlalu berlebihan akan membuat kebotakan permanen pada rambut. Akan tetapi, kebotakan yang terjadi karena anemia masih bisa diobati dengan melakukan beberapa tes darah yang akan dilakukan oleh dokter.

  1. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme merupakan istilah medis untuk kelenjar tiroid yang menurun atau kurang aktif. Kelenjar yang terletak pada bagian leher tersebut merupakan penghasil hormon yang sangat dibutuhkan untuk metabolisme, pertumbuhan dan juga perkembangan. Apabila hormon tidak mencukupi, maka bisa menyebabkan kebotakan.

  1. Autoimun

Kerontokan dan kebotakan rambut yang berhubungan dengan autoimun dinamakan dengan alopecia areata dimana ini dihasilkan pada tubuh terlalu berlebihan atau terlalu aktif. Apabila ini terjadi, maka tubuh akan kebingungan dan melihat jika rambut adalah hal asing yang seharusnya tidak tumbuh dan akhirnya membuat rambut menjadi rontok parah kemudian botak. Untuk mengatasi hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan hair tonic untuk rambut rontok.

  1. Kemoterapi

Beberapa obat yang digunakan dalam kemoterapi untuk menyembuhkan kanker akan menyebabkan kebotakan pada rambut. Kemoterapi akan menghancurkan sel yang membelah dalam waktu singkat. Apabila kemoterapi berlangsung terlalu lama, maka kebotakan bisa terjadi. Meskipun rambut kembali tumbuh, namun teksturnya akan berbeda seperti menjadi keriting jika sebelumnya lurus dan tampilan warna rambut juga berbeda.

  1. Sindrom Ovarium Polikistik

Sindrom ovarium polikistik merupakan ketidakseimbangan hormon seks pada wanita dan juga pria. Apabila tubuh mengalami kelebihan androgen maka akan terjadi kista ovarium, bertambahnya berat badan, meningkatkan risiko diabetes, perubahan periode menstruasi, tidak subur dan juga kebotakan rambut. Ketidakseimbangan hormon ini harus diperbaiki supaya kebotakan rambut bisa diperbaiki dan beberapa cara menumbuhkan rambut botak yang bisa dilakukan seperti contohnya melakukan pola diet yang benar, memakai obat penumbuh rambut alami, olahraga dan lain sebagainya

  1. Antidepresan dan Pengencer Darah

Beberapa jenis pengobatan lain juga menjadi penyebab dari kebotakan rambut dan beberapa pengobatan yang paling umum adalah pengencer darah dan juga antidepresan dimana kedua cara pengobatan ini akan membuat rambut rontok dan kemudian botak. Apabila anda menggunakan salah satu dari obat tersebut, maka ada baiknya untuk menurunkan dosi obat supaya kebotakan yang terjadi tidak terlalu parah.

  1. Perawatan Rambut Berlebih

Perawatan rambut yang terlalu berlebihan juga akan mengakibatkan rambut menjadi rontok dan berakhir dengan kebotakan. Berbagai gaya ekstrim untuk rambut seperti kepang yang terlalu ketat, gimbal, meluruskan rambut, mengeriting rambut, sasak rambut dan mewarnai rambut akan berpengaruh pada kekuatan akar rambut yang semakin melemah hingga akhirnya rontok dan tidak tumbuh kembali. Apabila ini terjadi, maka cara menguatkan akar rambut agar tidak rontok harus dilakukan untuk menjaga kesehatan akar rambut dan terhindar dari kebotakan atau juga bisa menggunakan shampo yang bagus untuk rambut rontok.

  1. Trichotillomania

Trichotillomania merupakan gangguan kontrol impuls yang membuat seseorang memiliki kebiasaan untuk menarik rambut mereka secara kompulsif. Kebiasaan menarik dan memainkan rambut ini akan melemahkan akar rambut dan juga perlindungan alami rambut sehingga akhirnya menyebabkan kebotakan. Trichotillomania sendiri umumnya terjadi sebelum memasuki usia 17 tahun dan wanita lebih sering mengalami gangguan ini jika dibandingkan dengan pria.

  1. Penuaan

Tidak menjadi hal yang aneh jika penipisan, kerontokan dan juga kebotakan terjadi pada seseorang yang sudah memasuki usia 50 tahun keatas yang memang merupakan gejala alami dimana akar rambut mulai melemah, rontok dan membuat kebotakan pada rambut.

Penyebab rambut botak tidak hanya terjadi pada seseorang yang sudah berusia cukup tua sekitar 50 tahun keatas, akan tetapi pada usia muda juga bisa mengalami masalah rambut ini yang terjadi karena kebiasaan buruk, pengobatan dan juga pola hidup yang tidak sehat. Cara mencegah rambut rontok juga penting untuk dilakukan agar kebotakan tidak bertambah parah.