7 Efek Samping Mentimun Untuk Wajah

Salah satu jenis tanaman yang cukup banyak dibudidayakan masyarakat Indonesia adalah mentimun. Mentimun yang termasuk jenis sayuran dan juga buah ini memiliki banyak manfaat timun untuk mata dan wajah, untuk kecantikan dan juga kesehatan sehingga penggunaan mentimun dari berbagai sektor juga terus berlangsung hingga sekarang. Mentimun bisa dikonsumsi secara langsung dalam keadaan mentah atau di campur dalam masakan, minuman bahkan sebagai bahan dasar kosmetik. Namun, dibalik sekian banyak manfaat mentimun untuk tubuh, ada beberapa efek samping mentimun yang bisa membahayakan tidak hanya untuk tubuh namun juga berbahaya bagi wajah. Berikut ini, kami punya ulasan tentang beberapa efek samping mentimun untuk wajah yang sangat penting untuk anda ketahui.

  1. Menimbulkan Alergi

Manfaat mentimun untuk wajah yang merupakan jenis buah dan sayuran yang sangat mudah rusak. Untuk mencegah hal tersebut, sebagian besar petani melapisi mentimun dengan lilin untuk mencegah serangan serangga dan hama serta meminimalisir kerusakan saat mentimun tersebut diantar ke beberapa daerah. Dalam lapisan lilin tersebut mengandung senyawa seperti etil alkohol, sabun dan juga susu kasein yang biasanya memicu alergi pada seseorang yang alergi terhadap susu. Beberapa senyawa tersebut tentunya tidak baik untuk kesehatan dan bisa menyebabkan timbulnya alergi pada wajah dan juga seluruh kulit tubuh.

  1. Memicu Pertumbuhan Radikal Bebas

Vitamin C yang terkandung dalam mentimun memang sangat baik sebagai pencegahan berbagai jenis penyakit seperti penyakit kulit kudis dan juga flu. Akan tetapi, apabila digunakan terlalu berlebihan, maka mentimun akan bertindak sebagai pro oksidan yang melawan sifat anti oksidatif bawaan dan akhirnya akan memicu pertumbuhan dan juga penyebaran dari radikal bebas. Saat radikal bebas semakin menyebar, maka beberapa resiko penyakit akan semakin meningkat seperti kanker, penuaan dini dan juga jerawat seperti efek samping tomat untuk wajah.

  1. Menyebabkan Kulit Kering

Mengkonsumsi terlalu banyak mentimun juga bisa berdampak dengan menurunnya jumlah cairan dalam tubuh. Hal ini bisa terjadi karena dalam mentimun mengandung cucurbitacin yang akan merangsang seseorang untuk buang air kecil lebih sering sehingga cairan dan juga elektrolit akan terbuang dari dalam tubuh dan memicu dehidrasi. Apabila tubuh mengalami dehidrasi, maka ini juga akan berdampak pada kulit yakni tampilan kulit yang berubah menjadi kering dan gampang mengelupas.

  1. Hipersensitivitas

Dalam mentimun juga mengandung vitamin B1 tinggi. Meskipun vitamin B1 sangat baik untuk tubuh, namun jika mengkonsumsi buah mentimun terlalu berlebihan akan menyebabkan efek samping berupa hipersensitivitas seperti urtikaria, pruritus, berkeringat dan lain sebagainya yang juga menjadi efek samping lemon untuk wajah.

  1. Menimbulkan Rasa Gatal

Terlalu banyak mengkonsumsi mentimun juga bisa menimbulkan ras akulit gatal yang merupakan tanda umum dari reaksi alergi. Kulit gatal tersebut nantinya akan berkembang menjadi ruam, kemerahan, penyebab kulit cepat keriput dan bahkan alergi yang berat. Alergi berat yang terlalu berlebihan juga nantinya akan berkembang menjadi hives yang membentuk lecet pada tubuh.

  1. Menyebabkan Ruam

Ruam merupakan munculnya merah dan bercak pada kulit yang juga disertai dengan rasa gatal, iritasi dan juga infeksi. Meskipun agak sedikit sulit terdeteksi, akan tetapi beberapa penyebab dari ruam ini bisa terjadi karena alergi terhadap asam folat atau vitamin B seperti yang ada dalam mentimun tersebut.

  1. Menimbulkan Jerawat

Kandungan vitamin B1 tinggi dalam mentimun yang dikonsumsi terlalu berlebihan juga mengakibatkan timbulnya erupsi kulit seperti penyebab kulit kering dan kusam, jerawat atau gatal gatal. Apabila dikonsumsi terlalu sering, maka reaksi kulit seperti jerawat akan terjadi dalam jumlah yang banyak.

Efek samping mentimun untuk wajah bisa terjadi apabila mengkonsumsi mentimun terlalu berlebihan yang membuat tubuh anda mengalami kelebihan beberapa jenis vitamin dan menimbulkan keracunan. Keracunan tersebut yang akhirnya mengalir dalam darah dan menjadi beberapa penyebab dari penyakit kulit dan masalah di area wajah.