11 Perawatan Badan Setelah Melahirkan Caesar

Setelah melahirkan umumnya para wanita mengalami perubahan terhadap kondisi tubuhnya. Banyak yang ingin segera melakukan perawatan karena ingin tubuhnya kembali normal. Namun perlu dilakukan dengan tepat.

Melahirkan secara caesar, yang juga sering disebut orang sebagai operasi caesar, dapat berdampak besar pada kesehatan mental dan fisik ibu di minggu-minggu sesudahnya. Prosedur ini dapat menyelamatkan nyawa ibu dan bayi, tetapi dapat membawa risiko dan mungkin membutuhkan waktu lama untuk pulih setelahnya.

Kebanyakan wanita pulang ke rumah setelah 2 sampai 4 hari di rumah sakit, dan membutuhkan waktu sekitar enam minggu untuk merasa kembali normal. Operasi perut adalah pemulihan yang menantang dengan sendirinya, bahkan tanpa pekerjaan tambahan dan kegembiraan merawat bayi yang baru saja dilahirkan.

Ada beberapa cara perawatan yang dapat dilakukan oleh wanita pasca melahirkan melalui operasi caesar, berikut beberapa cara perawatannya :

1. Istirahat yang cukup

Istirahat sangat penting untuk pemulihan dari operasi apa pun. Namun bagi banyak orang tua baru, istirahat hampir tidak mungkin dilakukan dengan bayi yang baru lahir di rumah. Bayi baru lahir memiliki jam tidur yang tidak teratur dan mungkin hanya tidur selama 1 atau 2 jam setiap kalinya.

Ibu harus selalu mencoba untuk tidur ketika bayi tidur, atau mendapatkan bantuan dari orang yang dicintai agar ibu dapat tidur siang. Mintalah bantuan dari teman dan kerabat dengan penggantian popok dan pekerjaan rumah sehingga ibu dapat berbaring jika memungkinkan. Bahkan beberapa menit istirahat di sana-sini sepanjang hari dapat membantu.

Sangat mudah untuk merasa kewalahan dengan tugas. Tetapi berhenti tidur untuk menjaga kebersihan rumah dapat merusak kesehatan seorang ibu. Lebih masuk akal bagi ibu pasca melahirkan untuk mencoba tidur sebanyak mungkin.

2. Kelola emosi dan jangan terlalu stress

Melahirkan bisa menjadi pengalaman emosional bagi semua yang terlibat. Wanita yang mengalami persalinan darurat atau kelahiran traumatis, serta mereka yang menjalani persalinan sesar yang ingin mereka hindari, mungkin harus memproses emosi yang sulit tentang kelahiran.

Perasaan baru ini dapat membuat transisi menjadi orang tua lebih sulit daripada bagi orang lain, dan dapat memicu perasaan seperti rasa bersalah dan malu. Banyak orang mendapat manfaat dari mendapatkan bantuan untuk memproses emosi ini.

Bicaralah dengan pasangan, teman, atau terapis. Mendapatkan dukungan dini dapat membantu mengurangi risiko depresi pasca persalinan dan dapat membantu wanita yang mengalami depresi pasca melahirkan untuk mendapatkan perawatan yang lebih cepat.

Dengan mengelola emosi yang baik, wanita pasca melahirkan dapat lebih sehat dan bahagia untuk merawat bayi dan dirinya sendiri. Selain itu juga dapat terhindar dari stress dan akibat buruk lainnya yang mungkin dapat terjadi.

3. Jalan-jalan ringan

Berpikir untuk berjalan-jalan mungkin terdengar tidak menyenangkan setelah operasi Caesar, terutama pada awalnya. Tetapi beberapa jalan santai beberapa kali sehari membantu ibu lebih dari yang ibu sadari. 

Bahkan hal ini dapat mencegah pembekuan darah di kaki ibu pasca melahirkan, mengurangi risiko masalah jantung, mencegah sembelit, mengendurkan otot dan persendian sehingga tidak menjadi kaku atau sakit, dan memberi dorongan energi fisik dan emosional. 

Beberapa orang tua baru suka berjalan dengan orang tua baru lainnya sebagai bagian dari kelompok, atau bertemu dengan tetangga untuk mendorong bayi mereka di kereta dorong mereka. Hal ini bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi ibu dan bayi, bahkan bagi pasangan agar dapat lebih dekat dan saling mendukung.

4. Rawat rasa sakit pasca operasi

Jangan mencoba untuk menahan rasa sakit, terutama untuk minggu pertama setelah operasi caesar. Tanyakan kepada dokter obat nyeri apa yang dapat diminum, terutama jika sedang menyusui.

Tergantung pada tingkat ketidaknyamanan dari ibu, dokter mungkin akan meresepkan pereda nyeri atau menyarankan untuk mengkonsumsi obat yang dijual bebas (OTC), seperti ibuprofen (Advil, Motrin) atau acetaminophen (Tylenol). Selain obat pereda nyeri, bisa menggunakan bantal pemanas untuk meredakan ketidaknyamanan di area tubuh bekas operasi.

Obat penghilang rasa sakit yang diresepkan seperti kodein dan morfin memang memiliki efek samping seperti sembelit dan mual, tetapi bagi banyak wanita, efek samping ini layak dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit. Ibu hanya akan meminumnya sementara, dan bisa turun ke obat pereda nyeri yang kurang manjur saat ibu siap.

5. Perhatikan tanda-tanda infeksi

Beberapa dokter akan meminta orang tua baru untuk mengukur suhu mereka sendiri setiap 24 jam untuk memantau tanda-tanda infeksi. Ibu dapat berkonsultasi dengan dokter atau bidan untuk menanyakan apakah ini strategi yang baik untuk mengatasi hal ini.

Selain itu, ibu harus memperhatikan tanda-tanda infeksi lain, seperti pembengkakan, nyeri hebat, garis-garis merah yang berasal dari sayatan, atau kedinginan. Hubungi dokter atau pergi ke ruang gawat darurat jika gejala ini muncul.

6. Perhatikan asupan nutrisi

Nutrisi yang baik sama pentingnya di bulan-bulan setelah ibu melahirkan seperti saat ibu hamil. Jika ibu sedang menyusui, ibu tetap menjadi sumber nutrisi utama bayi. Makan berbagai makanan yang kaya nutrisi akan menjaga bayi tetap sehat dan membantu ibu menjadi lebih kuat.

Cobalah untuk memasukkan buah-buahan dan sayuran segar, protein sehat, dan biji-bijian setiap hari pada menu makanan. Makanan sehat akan memberi ibu lebih banyak energi dalam jangka panjang. Makanan ini juga akan membantu mencegah sembelit dan menjaga mood tetap positif.

Sebuah studi tahun 2017 menunjukkan bahwa makan buah dan sayuran saat menyusui memberikan rasa dalam ASI yang meningkatkan kenikmatan anak dan konsumsi makanan tersebut saat mereka tumbuh.

7. Merawat perubahan pasca melahirkan

Tubuh ibu akan terus mengalami perubahan fisik bahkan setelah bayi lahir. Perubahan yang mungkin ibu alami meliputi:

  • Afterpains, sejenis kram yang terjadi saat rahim kembali ke ukuran sebelum hamil
  • Pembengkakan payudara, atau pembengkakan
  • Lochia , sejenis keputihan yang sebagian besar terbuat dari darah
  • Kekeringan vagina diastasis recti, atau pemisahan otot perut; rambut rontok
  • Perubahan kulit, seperti kulit kendur, menghilangkan strecht mark atau jerawat
  • Keringat malam
  • Sakit kepala.

Beberapa di antaranya, seperti afterpains dan lochia, pada akhirnya akan hilang dengan sendirinya. Perawatan dan pengobatan rumahan tersedia untuk beberapa yang lain. Yang dapat dilakukan misalnya menggunakan pelumas atau krim vagina yang terbuat dari estrogen untuk kekeringan vagina.

Kemudian dapat mencoba latihan untuk diastasis recti atau kulit kendur, mengkonsumsi suplemen dan perawatan topikal untuk rambut rontok, perawatan topikal, isotretinoin oral (Absorbica, Amnesteen, Claravis), atau pil KB untuk jerawat piyama ringan untuk keringat malam, dan konsumsi obat nyeri OTC untuk sakit kepala.

8. Gunakan korset yang tepat

Pasca melahirkan umumnya perut ibu masih terlihat besar, banyak ibu yang setelah melahirkan kemudian menggunakan korset untuk membantu membuat perut menjadi berubah ke bentuk semula. Pahami terlebih dahulu manfaat korset pada wanita untuk mengetahui mana yang tepat.

Namun perlu diperhatikan, karena ibu yang melahirkan melalui operasi caesar memiliki sayatan di perut, maka sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dulu kepada dokter untuk menggunakan korset. Gunakan korset yang tepat seperti anjuran dokter. 

9. Minum air putih yang cukup

Mencukupi kebutuhan cairan bagi ibu pasca melahirkan sangatlah penting, selain untuk membantu pemulihan lebih cepat, membuat badan lebih sehat dan segar, juga untuk membantu kulit tetap terhidrasi. Manfaat minum air putih yang cukup juga akan membantu dalam produksi asi yang kaya akan nutrisi bagi bayi, selain itu dapat membantu untuk masalah sembelit yang umum diderita ibu pasca melahirkan secara caesar.

10. Jangan melakukan aktivitas yang berat

Selama masa pemulihan pasca persalinan, maka jangan terlalu sering naik turun tangga atau dari tempat tidur. Cara ini sangat baik agar bagian jahitan ibu tidak rusak atau tidak terbuka. Bahkan kebiasaan ini bisa mengurangi rasa sakit karena sakit jahitan pada caesar memang lebih buruk. 

Jika ingin beraktivitas yang berat maka cobalah untuk meminta bantuan dari suami atau keluarga.Tentu ibu juga ingin memberikan manfaat menggendong bayi pada bayi yang sudah dilahirkan. Namun sebaiknya ibu tidak terlalu banyak menggendong karena bisa menyebabkan luka terbuka atau tidak cepat sembuh. 

Angkat beban yang berat bisa menyebabkan tekanan pada bagian operasi. Mungkin ibu tidak menyadari tapi semua ini bisa terjadi dengan sangat cepat. Terlebih jika ada bagian dalam yang rusak atau infeksi maka ibu akan merasakan beberapa tanda infeksi.

11. Konsultasi dengan dokter

Operasi caesar adalah operasi besar, dan komplikasi mungkin timbul. Cegah masalah yang muncul menjadi keadaan darurat dengan menghubungi dokter, jika ibu merasa ada yang tidak beres. Waspadai demam, masalah pernapasan, pendarahan berlebihan, perubahan sayatan, atau jika ibu merasa bingung. Ini sering merupakan masalah yang perlu diperhatikan, tetapi semakin cepat ditangani, semakin cepat ibu akan merasa lebih baik.

Selain itu, selama konsultasi dengan dokter, ibu dapat mendiskusikan topik-topik seperti:

  • Pemulihan fisik ibu
  • Kesehatan mental ibu
  • Tingkat energi ibu dan bagaimana ibu tidur
  • Bagaimana keadaan bayi dan jadwal makannya
  • Pengendalian kelahiran dan apakah ibu sedang mempertimbangkan untuk memiliki lebih banyak anak
  • Manajemen kondisi kronis
  • Bagaimana ibu mengelola komplikasi terkait kehamilan, seperti tekanan darah tinggi

Segera melakukan perawatan tubuh untuk pulih dari melahirkan secara caesar bisa berdampak baik atau buruk, untuk itu selalu perhatikan kondisi diri dan bayi serta selalu konsultasikan pada dokter.

Karena kesehatan ibu dan bayi jauh lebih penting dan perlu diutamakan. Lakukan perawatan secara bertahap dan jangan terlalu terburu-buru, karena perubahan pasca melahirkan butuh waktu untuk kembali normal.