Apakah Kulit Berminyak Butuh Pelembab Secara Teratur?

Jika Anda memiliki tipe kulit berminyak, mengoleskan pelembab mungkin akan menjadi hal terakhir yang Anda pikirkan. Akan tetapi kenyataannya ada beberapa keuntungan dari penggunaan pelembab jika kulit Anda berminyak atau rentan berjerawat. Kuncinya adalah mengenali poin penting dari perawatan kulit yaitu kulit yang sehat adalah kulit yang terhidrasi, dan mengetahui beberapa fakta tentang wajah berminyak. Bahkan kulit yang dehidrasi bisa mengarah kepada masalah seperti radang, penyebab penuaan dini, dan bahkan kemunculan jerawat dalam jumlah banyak.

Ketika kulit menjadi kering, tubuh akan merespon dengan memproduksi lebih banyak minyak, dan minyak ekstra ini bisa menyumbat pori – pori sehingga menyebabkan banyak jerawat kecil – kecil. Dengan melewatkan pemakaian pelembab, kulit akan mengering dan memproduksi lebih banyak kulit Memiliki jenis kulit berminyak, hal itu tidak otomatis menjadikan kulit Anda terhidrasi dengan baik. Memiliki kulit berminyak atau tipe kombinasi dengan ciri kulit normal  cenderung berminyak hanya berarti bahwa kulit Anda memiliki pelindung yang efektif melawan kuman dan polutan. Itulah sebabnya penggunaan pelembab sangat penting untuk semua jenis kulit.

Bagaimana Pelembab Menyeimbangkan Kulit Berminyak

Apapun jenis kulit Anda, lapisan atas kulit Anda memiliki kandungan minyak alami. Kulit manusia telah berkembang dengan cara ini karena pelindung berdasar minyak telah membantu untuk mengunci hidrasi di dalam kulit dan melindungi kulit dari patogen yang membutuhkan keberadaan air untuk berkembang biak. Kualitas tahan air dari kulit Anda akan mencegah kulit menjadi berjamur. Pelembab tersusun dari tiga macam bahan utama, yaitu berbahan dasar air, berbahan dasar minyak, dan bahan yang membantu minyak serta air untuk bercampur.

Pelembab dapat menjadi produk perawatan  wajah berminyak. Komposisi dasar dari pelembab dan apa yang membuatnya istimewa adalah kombinasi antara air dan minyak, karena kedua bahan ini biasanya tidak dapat bercampur. Pelembab mengandung emulsifier yang dapat mengikat air dan minyak bersamaan. Produk pelembab sebenarnya membantu produksi sebum alami untuk menembus ke dalam lapisan dalam kulit. Sebum adalah zat yang seringkali menjadi penyebab kulit berminyak. Ini tidak hanya mengurangi penampilan kulit berminyak, namun juga membantu mengkondisi kulit dengan efektif.

Mengapa Kulit Berminyak Butuh Pelembab

Banyak orang salah mengira minyak dengan hidrasi kulit, namun peranan dari pelembab adalah untuk memperbaiki hidrasi kulit dengan menambahkan air kepadanya. Itu adalah alasan mengapa daftar bahan pertama yang ada di produk pelembab biasanya berupa air. Ingatlah bahwa hanya karena kulit Anda mengandung banyak minyak, tidak berarti juga mengandung banyak air. Faktanya, banyak faktor mulai dari cuaca dingin, air panas, produk mengandung kimia keras,dan penuaan bisa mengganggu kondisi kulit dan menyebabkan dehidrasi. Sebelum Anda dapat menyadarinya, kulit tidak lagi bertindak sebagai pelindung bagi kehilangan air dan menjadi kering.

Setiap kali Anda menggunakan pelembab, Anda akan membantu memperbaiki kondisi dan fungsi pelindung kulit melalui kombinasi antara emolien dan humektan. Formula dari suatu serum cenderung mendukung bahan yang menghidrasi, sementara pelembab pada umumnya mengandung banyak emolien dalam bentuk minyak. Ini adalah alasan mengapa orang – orang dengan kulit berminyak menghindari pelembab, sebab umum dipercaya bahwa kulit berminyak sudah memproduksi cukup minyak dan tidak memerlukan tambahan lagi.

Apakah kulit berminyak butuh pelembab dapat terjawab ketika Anda sedang dalam perawatan untuk masalah jerawat. Pelembab dapat menjadi sangat penting jika perawatan untuk jerawat tersebut menyebabkan kulit Anda menjadi kering. Contohnya obat yang mengandung Retin A dan isotretinoin atau benzoyl peroksida. Bahkan jika kulit Anda normalnya memang memproduksi banyak minyak, perawatan jerawat bisa dengan cepat menyebabkan kulit menjadi kering, mengelupas dan bersisik. Menggunakan pelembab setiap hari adalah solusi terbaik untuk meringankan efek samping ini.

Memilih Pelembab yang Tepat

Pada tahun 1986 para dermatologis mempelajari komposisi sebum pada orang dengan kulit berminyak dan rentan berjerawat. Hasilnya menemukan bahwa tipe sebum ini biasanya tinggi akan asam oleat dan rendah linoleat. Penelitian lain mengungkap bahwa konsentrasi tinggi dari linoleat esensial mungkin saja benar – benar dapat melawan pembentukan jenis kulit berminyak dan rentan berjerawat. Ini artinya menggunakan pelembab yang tinggi kandungan linoleat dan rendah asam oleat dapat membantu menyeimbangkan komposisi sebum dan mengurangi minyak di kulit. Minyak yang tinggi akan linoleat dan rendah asam oleat antara lain:

  • Minyak rosehip
  • Minyak evening primrose
  • Minyak biji rami
  • Minyak biji anggur
  • Minyak safflower
  • Minyak flaxseed
  • Minyak borage

Ketika memilih pelembab yang tepat untuk kulit berminyak, Anda harus memastikan bahwa minyak tersebut mengandung salah satu minyak ini dalam jumlah tertinggi. Hindari pelembab yang mengandung beberapa jenis minyak ini yang tinggi akan asam laurat dan asam oleat seperti minyak kelapa, minyak hazelnut,minyak camellia, minyak alpukat,minyak zaitun, minyak bunga matahari. Asam laurat memiliki kandungan anti bakteri namun ironisnya juga dikenal dapat menyumbat pori. Anda dapat mencoba produk laneige untuk kulit berminyak dan cream untuk wajah berminyak dan berjerawat.

Ada banyak produk pelembab untuk kulit berminyak yang dibuat khusus. Produk – produk itu biasanya ringan, cepat menyerap dan tidak membuat kulit Anda terasa seperti licin dan berminyak, merupakan jawaban apakah kulit berminyak butuh pelembab. Carilah produk yang memiliki kandungan pelembab oil free dan non komedogenik yang artinya tidak akan menyumbat pori – pori kulit. Anda perlu menghindari zat – zat seperti minyak mineral, cocoa butter, lanolin dan petrolatum. Sebaliknya Anda perlu mencari pelembab yang mengandung gliserin, asam hyaluronat, lidah buaya, dan squalane yang tidak akan menjebak minyak di dalam pori – pori.