8 Cara Memperbaiki Rebonding Yang Gagal Dengan Cepat

Rambut yang lurus, panjang dan hitam berkilau selalu dianggap sebagai standar kecantikan bagi para wanita Indonesia dan juga di benua Asia. Cara praktis bagi para wanita untuk mendapatkan rambut yang lurus, lembut dan jatuh terurai dengan cantik adalah dengan melakukan rebonding. Rebonding adalah suatu metode penataan rambut dengan menggunakan bahan kimia untuk mengubah ikatan yang ada di dalam kutikula rambut. Bahan kimia yang digunakan untuk proses rebonding akan menyebabkan putusnya struktur rambut yang keriting sehingga rambut berubah menjadi lurus serta lebih lembut.

Rebonding merupakan salah satu jenis perawatan rambut di salon. Lama pengerjaan proses rebonding bisa memakan waktu 5-6 jam dan efeknya dapat bertahan selama 6 -7 bulan. Proses pelurusan rambut dengan metode rebonding tentu saja bukan merupakan proses yang permanen sehingga dapat mempertahankan rambut lurus Anda selamanya. Setelah efeknya memudar, rambut akan kembali ke bentuknya semula. Akan tetapi, rebonding juga memiliki resikonya sendiri. Tidak semua proses penataan rambut dengan metode rebonding akan berhasil dengan baik, terutama karena penggunaan bahan kimia yang beresiko menimbulkan kerusakan pada rambut.

Rambut Rusak Karena Gagalnya Proses Rebonding

Resiko dari melakukan rebonding atau salah satu bahaya rebonding rambut dan bahaya smoothing rambut adalah Anda bisa saja sedang tidak beruntung mendapatkan stylist yang kurang cakap atau yang sedang tidak fokus dengan pekerjaannya. Sayangnya, tidak ada cara untuk membalikkan proses rebonding yang gagal dan mengembalikan kondisi rambut Anda seperti semula, namun paling tidak ada beberapa cara memperbaiki rebonding yang gagal sebagai pertolongan pertama, yaitu:

1. Apabila rambut masih terlihat mengembang

Kondisi rambut yang masih terlihat mengembang setelah melakukan rebonding bisa jadi karena stylist kurang menggunakan cream untuk meluruskan rambut dan penggunaan peralatan yang kurang baik kualitasnya. Bisa juga karena cream yang digunakan oleh stylist tidak sesuai dengan kondisi rambut Anda. Cara memperbaiki rebonding yang gagal ini adalah dengan melakukan pelurusan kembali, tentunya dengan memastikan bahwa proses pelurusan ulang tersebut dilakukan oleh stylist yang benar – benar kompeten. 

2. Rambut menjadi rontok dan patah – patah

Kondisi rambut yang rontok dan patah setelah melakukan rebonding juga dapat terjadi karena penata rambut terlalu banyak mengaplikasikan cream di bagian pangkal rambut. Bisa juga menggunakan jenis cream yang terlalu kuat dan tidak cocok dengan kondisi rambut Anda. Cara memperbaiki rebonding yang gagal yaitu dengan melakukan perawatan untuk rambut patah dan rapuh seperti melakukan hair spa dan menggunakan hair tonic.

3. Rambut kering, rusak dan pecah – pecah

Kegagalan rebonding bisa menyebabkan kondisi rambut menjadi rusak, kering dan pecah – pecah di ujungnya. Hal ini bisa disebabkan karena cream yang tidak cocok atau alat catok yang terlalu panas, atau terlalu banyak membubuhkan cream pelurusan pada rambut yang sudah pernah diluruskan sebelumnya. Untuk memperbaiki kondisi rambut yang rusak seperti ini karena kegagalan rebonding, Anda perlu menggunakan masker rambut secara teratur untuk rambut rusak sebanyak sekali seminggu selama waktu satu bulan, lalu dua kali saja dalam sebulan sampai kondisi rambut kembali pulih. Anda juga dapat menggunakan sampo dan deep conditioner di rumah untuk mengurangi kerusakan pada rambut.

4. Rambut kembali keriting setelah rebonding

Rambut yang baru mengalami proses rebonding tidak dapat dicuci minimal selama 48 jam pertama. Bila kasusnya berupa rambut yang tetap keriting, bisa jadi Anda lupa dan mencuci rambut kurang dari 48 jam setelah pelurusan. Namun jika tidak, kemungkinan sang penata rambut salah mendiagnosa kondisi rambut dan melakukan kesalahan dalam aplikasi cream rebonding. Cara memperbaiki rebonding yang gagal bisa dilakukan pelurusan ulang setelah menunggu seminggu dari waktu proses pertama yang gagal tersebut. 

Menghindari Kegagalan Rebonding

Memotong rambut bukan solusi untuk cara memperbaiki proses rebonding yang gagal karena pemotongan rambut bisa semakin merusak struktur rambut yang telah terkena obat rebonding. Untuk memastikan keberhasilan proses rebonding, Anda juga perlu memastikan untuk memilih obat  yang digunakan dengan tepat. Tips untuk memilih produk obat rebonding yang tepat untuk menghindari kegagalan yaitu:

  1. Memilih merk yang berasal dari produsen yang sudah memiliki nama di bidang perawatan rambut utamanya yang berpengalaman dalam proses rebonding.
  2. Pastikan produk yang Anda gunakan sudah terdaftar di BPOM melalui nomor registrasi resmi yang tertera di kemasan.
  3. Pilih produk yang bebas amonia, karena amonia mempunyai efek jangka panjang sebagai pemicu kanker. Untuk mengenali produk yang menggunakan amonia, Anda dapat memastikannya melalui bau yang menyengat. Periksa juga keterangan kandungan bahan pada produk.
  4. Anda bisa melakukan catok pada kondisi rambut yang kembali mengembang, sambil membubuhkan rambut dengan hair oil, masker rambut atau hair spa sampai rambut kembali normal. Manfaat catok rambut juga merupakan cara meluruskan rambut tanpa rebonding yang bisa menjadi alternatif, namun Anda perlu membubuhkan krim rambut untuk catok untuk menghindari bahaya catok rambut.

Mencegah selalu lebih baik dilakukan daripada mengobati, karena itu jika Anda bisa mencegah kegagalan rebonding maka Anda tidak perlu melakukan cara memperbaiki rebonding yang gagal. Banyak salon yang menawarkan tarif rendah, namun sebaiknya tidak tergiur hanya kepada harga murah karena penata rambut profesional adalah cara yang lebih baik apabila Anda ingin mendapatkan jaminan keberhasilan proses rebonding tersebut. Anda bisa mencari review yang baik mengenai sang penata rambut atau salon yang akan didatangi, mengetahui dengan jelas mengenai prosedur rebonding dan jangan segan bertanya apabila merasa ada hal yang kurang sesuai dengan pengetahuan Anda. Cara merawat rambut rebonding agar awet juga perlu diterapkan setelahnya.