6 Efek Samping Toner Cuka Apel Untuk Wajah

Cuka apel adalan tonik alami yang memiliki beberapa manfaat kesehatan yang didukung oleh penelitian ilmiah pada manusia. Selama beberapa tahun lalu, cuka apel tidak terlalu dikenal, namun belakangan ini selalu direkomendasikan oleh para ahli diet sebagai bahan yang dapat menyembuhkan beberapa macam penyakit mulai dari diabetes hingga masalah pencernaan. Cuka apel ini diekstraksi dari apel yang difermentasi dan banyak mengandung mineral serta vitamin esensial seperti pectin, vitamin B1, B2, B6  dan C, asam folat, biotin, asam pantotenat, niasin, sodium, fosfor, zat besi, kalsium, potasium, magnesium, dan asam asetat.

Maka tidak heran apabila cuka apel dikatakan sangat berguna untuk merawat banyak masalah kesehatan, termasuk juga digunakan sebagai bahan untuk merawat kecantikan. Manfaat cuka apel dikatakan sangat baik untuk merawat kulit wajah, antara lain sebagai pembasmi jerawat, mengatasi kutil, ringworm, dan sebagai toner wajah. Sebab itulah banyak wanita yang turut mencoba khasiat ajaib dari cuka apel ini sebagai cara perawatan alternatif untuk kulit wajahnya.

Mengapa menggunakan cuka apel sebagai toner?

Toner pada awalnya diperkenalkan sebagai suatu cara untuk mengembalikan PH alami kulit setelah menggunakan pembersih wajah konvensional. Kulit memiliki lapisan pelindung yang memiliki tingkat keasaman 5. Karena pembersih berbahan dasar sabun pada dasarnya lebih bersifat alkaline atau PH diatas 7, hal itu dapat mengganggu lapisan pelindung kulit. Akibatnya akan terjadi pertumbuhan bakteri abnormal sehingga kulit menjadi rentan pada masalah, infeksi dan bahkan keriput. Toner dengan PH sekitar 3-4 akan mengembalikan PH alami kulit.

PH kulit kita bisa terganggu karena banyak faktor seperti stress, diet, kurang bergerak dan tidak mengonsumsi cukup air putih. Cuka apel bersifat antiseptik dan anti bakteri, yang dapat mengatasi masalah infeksi kulit dan kondisi seperti jerawat dan eksim. Toner cuka apel dapat menyeimbangkan PH kulit dan memecahkan ikatan antara sel kulit mati agar dapat mengelupas dan membuat pori – pori kulit tetap terbuka. Selain itu juga dapat mencerahkan kulit dan noda hitam, perawatan wajah berjerawat sebelum tidur dan bekasnya,  cara menghilangkan keloid, cara menghilangkan kutil di tangan dan berguna untuk menyegarkan dan menghilangkan kelebihan minyak di kulit wajah serta sisa make up yang tertinggal. 

Resiko Pemakaian Toner Cuka Apel

Dibalik manfaatnya yang sangat besar untuk kecantikan, ada pula bahaya yang dapat ditimbulkan dari pemakaian cuka apel untuk toner wajah. Fakta bahwa cuka apel pada dasarnya bersifat asam dan bisa mengatasi beberapa masalah infeksi kulit, tidak menutup efek samping toner cuka apel yang bisa dialami oleh pemakainya seperti berikut ini:

1. Bau tidak sedap

Toner cuka apel walaupun dibuat dari cuka berbahan dasar apel memiliki bau khas yang seringkali disamakan dengan bau sepatu kotor atau bau tidak enak lainnya. Jika Anda berencana untuk menggunakan cara memutihkan kulit dengan cuka apel padahal kulit Anda sering berkeringat banyak, toner cuka apel Anda mungkin dapat membuat Anda malu karena baunya yang tidak sedap.

2. Membuat kulit kering

Toner cuka apel akan menghilangkan minyak dari permukaan kulit, akan tetapi menghilangkan minyak alami terlalu banyak dapat membuat kulit terasa tertarik. Kulit yang tertarik tidak nyaman dan menghilangkan kemampuan kulit untuk melawan proses pengerutan yang menyebabkan keriput.

3. Membuat kulit terbakar

Jika Anda menggunakan cuka apel untuk mengobati masalah eksternal kulit, kandungan asam dalam cuka apel dapat menyebabkan kerusakan pada kulit khususnya jika Anda memiliki ciri – ciri kulit sensitif, luka terbuka, goresan atau luka bakar. Selalu campurkan cuka apel dengan air ketika mengaplikasikannya pada wajah. Jika asam dalam cuka apel membakar kulit wajah, hentikan pemakaian. Jika tidak, wajah Anda akan tampak terbakar parah dan memerah. Dengan kondisi seperti ini, cuka apel bukanlah cara merawat kulit sensitif yang bagus. 

4. Menimbulkan iritasi kulit

Efek samping toner cuka apel dapat menimbulkan iritasi kulit dan bahkan bahkan kerusakan kulit parah jika tidak digunakan dengan layak. Cuka apel bahkan dapat meningkatkan tingkat hormon yang terhubung pada munculnya jerawat dan membuat kulit menjadi semakin sensitif terhadap cuka apel.

5. Menyebabkan jerawat

Menggunakan cuka apel dapat menyebabkan timbulnya jerawat karena PH cuka apel yang terlalu rendah dan kulit wajah menjadi iritasi dan meradang. Selain itu, wajah yang mengelupas karena menggunakan cuka apel dapat menyebabkan pori menjadi tersumbat dan pada akhirnya mengakibatkan jerawat. Kondisi ini bisa jadi semakin buruk pada kulit berminyak dan rentan berjerawat.

6. Menyebabkan hiperpigmentasi

Jika asam dalam cuka apel menemukan jalan untuk menembus luka di kulit wajah, hal itu dapat menyebabkan rasa sakit dan pembentukan bekas luka. Cara merawat wajah dengan toner cuka apel dapat menjadi tidak efektif untuk banyak orang dan berpotensi bahaya hingga menyebabkan hiperpigmentasi dan bahkan perubahan kulit yang parah.

Toner cuka apel memang telah menjadi suatu tips kecantikan yang populer dan banyak dicoba oleh para wanita namun efek sampingnya juga tidak dapat diabaikan begitu saja. Tidak hanya untuk penggunaan cuka apel sebagai toner, namun ada kemungkinan bahan  – bahan lainnya yang digunakan untuk perawatan wajah pun dapat membuat Anda mendapatkan efek sampingnya. Untuk itu, sebaiknya Anda melengkapi pengetahuan Anda dengan efek potensial dari beberapa bahan perawatan di rumah yang ada. Sebab sekali kulit mengalami kerusakan, hampir mustahil untuk membalikkan keadaan atau memulihkan kondisi kulit rusak yang disebabkan terbakar bahan kimia. Periksa keaslian cuka apel dengan cara membedakan cuka apel asli dan palsu sebelum menggunakan.