10 Ciri Ciri Kulit Berjamur Secara Umum dan Pencegahannya

Jamur adalah organisme primitif yang bisa hidup di mana saja di udara, tanah, tanaman dan air. Beberapa jamur bersifat menguntungkan, dan lainnya merugikan. Infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur yang merugikan sangat umum terjadi dan bisa didiagnosa secepatnya serta langsung diobati atau diberi perawatan. Pada manusia, ingeksi jamur timbul ketika jamur menginvasi satu area tubuh dan sistem kekebalan tubuh tidak dapat menanganinya. Walaupun demikian, kemungkinan infeksi jamur tersebut muncul kembali tetap ada karena jamur bisa menjadi sedikit sulit dibasmi.

Infeksi jamur bisa terjadi karena spora jamur terhirup oleh orang yang memiliki kekebalan tubuh rendah, sehingga infeksi seringkali dimulai dari paru – paru atau kulit. Contoh – contoh infeksi jamur antara lain tinea pedis /athlete’s foot, tinea corporis / ringworm, infeksi yeast, tinea versicolor, tinea cruris, dan onychomycosis. Orang orang yang rentan mengalami infeksi jamur adalah yang memiliki sistem imun rendah, memiliki kondisi genetis terhadap infeksi jamur, banyak berkeringat, kontak dengan orang yang terinfeksi jamur, sering menggunakan tempat umum yang lembab,dan yang kelebihan berat badan atau obesitas.

Gejala Umum Kulit Berjamur

Secara umum infeksi jamur pada kulit disebabkan oleh organisme ragi seperti candida atau malasezzia furfur, dermatophytes seperti epidermophyton, microsporum, dan trichophyton. Ciri – ciri kulit berjamur secara umum adalah:

  1. Kulit mengalami gatal – gatal, terkadang kulit tampak mengelupas atau retak – retak. Penyebab kulit kaki mengelupas salah satunya adalah infeksi jamur.
  2. Jamur tampak seperti sebaran cahaya pada tubuh berbentuk bulat atau oval, berwarna merah atau coklat.
  3. Terkadang muncul plak di kulit, juga terdapat sisik keras berpinggiran tajam dan tampak sedikit melepuh serta kemerahan.
  4. Penyakit dapat menular ketika kulit masih bersisik dan berbintil merah. Gesekan atau garukan bisa memperburuk kondisinya dan menambah parahnya infeksi.
  5. Kulit yang terinfeksi bisa terasa lembek atau lapisannya mulai meluruh.
  6. Terasa gatal, menyengat, dan terbakar di area yang terinfeksi.
  7. Kemerahan di area selangkangan, bokong atau paha.
  8. Lecet, iritasi, gatal atau terbakar di area yang terinfeksi
  9. Area yang terinfeksi berwarna lebih gelap daripada kulit di sekelilingnya
  10. Jamur juga bisa menjadi penyebab kulit bintik merah. Bentuk merah seperti cincin yang terasa gatal, terkadang mengelupas pada infeksi ringworm.

Perawatan Kulit Berjamur

Kebanyakan ciri kulit berjamur bisa diatasi dengan obat yang dapat dibeli bebas atau krim dari resep dokter. Infeksi berat bisa jadi membutuhkan cara – cara penyembuhan lainnya. Anda dapat mengambil langkah pencegahan yang bisa menjadi cara untuk menghindari infeksi kulit. Perawatan untuk infeksi jamur di kulit biasanya sederhana. Anda tidak perlu menginap di rumah sakit kecuali memiliki masalah dengan sistem imun atau jamur telah menyebar ke aliran darah. Cara perawatan ciri – ciri kulit berjamur secara medis yaitu dokter biasanya meresepkan krim anti jamur, salep, atau lotion yang dioleskan pada kulit. Begitu juga dengan obat – obatan oral atau pengobatan lainnya juga bisa diresepkan. Anda mungkin akan mendapatkan resep obat yang bisa dibeli bebas seperti ketonazole atau clotrimazole, keduanya bersifat topikal. Atau semprotan dan semacam bedak untuk athlete’s foot. Untuk mencegah kulit berjamur, gatal dan biang keringat karena lembab, Anda bisa menggunakan sabun mandi untuk kulit gatal atau sabun untuk biang keringat orang dewasa.

Efek Samping Pengobatan Kulit Berjamur

Jamur dapat menjadi penyebab kulit belang putih. Semua obat – obatan yang digunakan untuk mengobati masalah jamur di kulit memiliki efek samping potensial, walaupun tidak semua orang akan mengalaminya. Efek samping yang paling sering terjadi antara lain:

  • Gatal ketika diaplikasikan ke kulit.
  • Kemerahan atau kulit terbakar ringan di area yang dioleskan salep
  • Sakit kepala
  • Masalah pencernaan atau sakit perut
  • Timbul ruam – ruam di kulit
  • Kehilangan nafsu makan
  • Diare
  • Merasa mual
  • Sakit otot atau sendi

Pada kasus langka, anti jamur dapat menyebabkan reaksi alergi parah atau reaksi kulit yang parah termasuk pengelupasan atau kulit yang melepuh. Orang – orang yang mengalami kerusakan liver tidak boleh menggunakan obat anti jamur karena dapat memperparah kondisinya. Ada beberapa pengobatan tradisional yang digunakan untuk mengobati infeksi jamur, antara lain cara menggunakan belerang untuk mengobati gatal – gatal, cara merawat kuku dengan bawang putih, dan menggunakan manfaat bawang merah untuk alis.

Mencegah Jamur di Kulit

Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi resiko mengalami ciri – ciri kulit berjamur, contohnya:

  • Menggunakan pakaian yang kering dan nyaman untuk mencegah kulit menjadi lembab karena keringat.
  • Menjaga area bawah lengan, selangkangan dan area lain yang memiliki lipatan tubuh dan rentan infeksi tetap bersih dan kering.
  • Selalu keringkan tubuh dengan baik setelah mandi dan beraktivitas yang menyebabkan keringat.
  • Jika Anda kelebihan berat badan, keringkan area lipatan kulit dengan baik.
  • Gunakan sandal atau alas kaki terbuka jika cuaca sedang hangat.
  • Ganti kaus kaki dan pakaian dalam secara teratur.

Pada orang dewasa yang sehati, ciri – ciri kulit berjamur pada umumnya ringan dan mudah diobati. Infeksi bisa menjadi lebih bermasalah pada orang lanjut usia dan anak kecil, juga grup orang lain yang memiliki sistem imun rendah. Infeksi bisa menyebar ke bagian lain dari tubuh khususnya jika terjadi di mulut. Area penyebaran infeksi antara lain esofagus, katup jantung, pencernaan, liver, paru – paru. Tindakan pencegahan sebagaimana perawatan sejak awal perlu dilakukan agar dapat menjadi cara jangka panjang dalam mencegah pertumbuhan jamur di kulit dan tubuh kita. Semakin cepat Anda mencari pertolongan untuk masalah kulit berjamur, maka hasil perawatannya akan semakin baik. Waspadai apabila ruam jamur Anda disertai oleh sakit perut atau demam tinggi. Pastikan untuk memberi tahu dokter pada tanda pertama infeksi untuk menghindari komplikasi serius agar masalah infeksi jamur dapat diatasi dengan mudah.