4 Efek Samping Facial Wajah yang Merugikan

Umumnya perawatan kulit rutin adalah faktor yang paling esensial untuk mendapatkan kulit yang tampak segar dan sehat. Kulit kita akan sangat mudah terpengaruh oleh serangkaian masalah yang bisa dialami pada gaya hidup modern ini. Karena itulah selain melakukan tahapan perawatan wajah yang benar, ada sebagian wanita yang memilih menggunakan jasa profesional untuk merawat wajahnya. Para wanita bisa melakukan macam – macam perawatan wajah di salon seperti manfaat cuci muka di salon atau facial wajah. Facial wajah adalah perawatan kulit yang sangat populer di kalangan para wanita yang dianggap dapat meremajakan kulit wajah. Istilah facial dianggap sebagai perawatan yang mencakup berbagai langkah dan tahapan seperti membersihkan, penguapan, pijat wajah, masker wajah, eksfoliasi dan penggunaan berbagai lotion serta krim. Facial bisa bekerja dengan sangat baik jika berhubungan dengan mengeluarkan kotoran dan bakteri dari pori – pori dan untuk memperbaiki penampilan kulit secara keseluruhan. Tujuan melakukan facial adalah untuk memelihara kulit wajah yang sehat, bersih dan tampak segar. Tetapi ada juga sisi negatif dari perawatan ini berupa efek samping facial wajah yang bisa saja membuat wajah Anda tidak mendapatkan manfaat yang diinginkan. Terkadang melakukan facial bisa membuat kulit Anda berada dalam keadaan yang lebih buruk daripada sebelumnya.

1. Iritasi dan Kemerahan

Efek samping facial wajah yang paling umum adalah kemerahan dan kulit yang bernoda karena tekanan dari eksfoliasi serta pengeluaran komedo. Hindari untuk memakai make up atau produk apapun pada kulit dalam sehari atau dua hari setelah facial untuk memberi kulit waktu menyembuhkan dan memulihkan diri. Hindari menjadwalkan perawatan seperti facial untuk wajah bruntusan dalam waktu tiga hari sebelum suatu acara besar dimana Anda ingin tampak berpenampilan paling prima.

2. Jerawat

Timbulnya breakout setelah facial seringkali merupakan hasil dari bakteri yang masuk ke kulit selama facial yang menjadi efek samping facial wajah. Mesin uap yang tidak disterilkan secara benar dan layak bisa menjadi wadah perkembang biakan bakteri yang subur. Untuk meminimalkan resiko ini, Anda bisa meminta terapis untuk tidak menggunakan peralatan selama perawatan facial wajah. Atau sebelum memulai facial, pastikan bahwa semua alat benar – benar langsung dikeluarkan dari mesin sanitasi.

3. Bekas Luka

Ketika terapis menggunakan jarinya atau alat untuk mengeluarkan kotoran dari pori – pori kulit Anda, ada resiko merusak lapisan terluar kulit. Pengeluaran kotoran yang terlalu kasar bisa menyebabkan goresan dan berdarah. Terapis yang tidak terlalu ahli atau kurang mampu dalam facial bisa merusak kulit Anda hingga mustahil di perbaiki, beresiko infeksi atau bahkan hingga meninggalkan jaringan parut. Untuk melindungi diri sendiri dan menurunkan resiko infeksi, pastikan terapis facial Anda mengenakan sarung tangan.

4. Kulit Kering

Ada kemungkinan terapis Anda akan mengeksfoliasi kulit selama proses facial untuk menampakkan lapisan kulit yang baru ke permukaan. Tetapi eksfoliasi yang terlalu keras dapat membuat kulit terasa kering dan gatal yang menjadi efek samping facial wajah tersebut. Gunakan pelembap yang ringan dan bebas pewangi untuk sehari – hari untuk mengatasi kekeringan pada kulit wajah. Hindari ekspos sinar matahari setelah facial karena bisa memperparah kulit yang kering. Perhatikan juga mengenai bolehkah memakai krim malam setelah facial yang bisa Anda tanyakan kepada terapis atau dokter kulit.

Penyebab Efek Samping Facial

Efek samping facial wajah tidak selalu akan terjadi pada setiap orang yang melakukannya, tetapi bisa terjadi jika ahli perawatan kulit atau terapis Anda melakukan beberapa hal berikut ini.

  • Perawatan yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan khusus Anda dan masalah kulit yang sedang dialami. Bisa jadi Anda tidak memilih jenis facial yang cocok sebelumnya. Perawatan yang tidak cocok dengan jenis kulit dan terapis tidak memberi informasi mengenai perawatan yang lebih cocok. Misalnya memilih manfaat peeling glowing dalam keadaan kulit yang sedang sangat kering. Yang akan bekerja lebih efektif adalah facial yang disesuaikan, dengan begitu kulit Anda akan mendapat perlakuan yang lebih tepat dan perawatan apapun yang tidak diperlukan akan dikecualikan.
  • Tahapan kunci dalam facial apapun adalah manfaat eksfoliasi wajah. Tanpa itu, sel kulit mati akan terjebak di permukaan dan menyebabkan kulit kusam, kering serta muncul garis halus serta keriput berlebihan. Tetapi jika memiliki ciri – ciri kulit sensitif, terapis pertama – tama harus mengevaluasi kulit dan menanyakan rutinitas eksfoliasi di rumah. Efek samping facial wajah bisa terjadi jika kulit sensitif mengalami over eksfoliasi yang bisa membawa efek tidak diinginkan lama setelah facial dilakukan.
  • Efek samping facial wajah juga bisa dialami jika menggunakan bahan – bahan yang salah dan ini berhubungan dengan facial yang dikustomisasi. Kulit Anda perlu dirawat dengan bahan dan produk yang tepat sehingga tidak meradang, bengkak, iritasi dan memerah hingga breakout. Terlalu banyak produk dengan minyak esensial atau bahan aktif yang digunakan pada klien dengan kulit sensitif atau over proses bisa membawa bencana.
  • Menggunakan steamer terlalu dekat pada kulit juga bisa menimbulkan efek samping facial wajah. Steamer dan lampu pembesar adalah peralatan penting dalam facial. Steamer harus diposisikan sekitar 10 inci jaraknya dari kulit sehingga tidak membakar. Steamer akan membantu melembutkan kulit dan mempersiapkannya untuk ekstraksi, membuat prosesnya lebih nyaman. Tetapi jika kulit tidak mengalami penguapan cukup lama atau jika terlalu dekat dengan steamer, proses ekstraksi mungkin akan menyusahkan. Terapis yang melakukan ekstraksi terlalu kasar akan menyebabkan kulit meradang dan mengalami hiperpigmentasi. Setelah proses ekstraksi, kulit juga harus dibersihkan lagi karena selama ekstraksi akan melepaskan bakteri serta kotoran ke permukaan kulit.

Untuk menghindari efek samping facial wajah dan bahaya facial wajah di salon, semua peralatan facial harus disterilkan termasuk spons dan handuk agar dapat mencegah penyebaran bakteri. Perhatikan juga kondisi kulit Anda sebelum melakukan facial. Jika kondisi kulit Anda cukup parah, jangan lakukan perawatan facial. Lakukan perawatan untuk mengatasi masalah kulit wajah Anda hingga tuntas, baru kemudian lakukan kembali facial secara rutin.