5 Efek Samping Sunblock yang Bisa Terjadi

Pemakaian tabir surya seringkali dianjurkan ketika kita akan beraktivitas di tengah paparan sinar matahari. Sunblock atau tabir surya digunakan untuk mencegah kulit terbakar matahari. Perlindungan terhadap radiasi sinar UV dan membatasi ekspos sinar matahari terhadap kulit merupakan hal yang penting, khususnya untuk mencegah kanker kulit, terbakar matahari dan penuaan dini. Ada dua macam produk sunblock yang biasa digunakan yaitu sunblock kimia dan fisik. Sunblock kimia mengandung lebih dari satu macam bahan aktif saja.

Faktor SPF atau Sun Protecting Lotion yang ditemukan tercantum pada label produk menyatakan jumlah minimal sinar UV B yang diperukan dengan produk tersebut untuk menimbulkan kemerahan di kulit jika dibandingkan dengan kulit yang tidak menggunakan sunblock. Produk sunblock dengan SPF lebih tinggi menyediakan perlindungan lebih untuk melawan paparan sinar matahari. Bahan aktifnya bekerja dengan menyerap radiasi sinar UV, mencegahnya dari memasuki lapisan kulit yang lebih dalam dengan memantulkan radiasinya. Memakai sunblock bukan berarti Anda bisa tinggal lebih lama di bawah sinar matahari, karena sunblock tidak dapat melindungi dari semua radiasi sinar matahari.

Efek Samping Memakai Sunblock

Ada beberapa jenis sunblock yang tersedia seperti krim, lotion, gel, stick, spray, ataupun lip balm. Menggunakan sunblock Sunblock tabir surya atau sunblock berbahan kimia dapat memiliki efek samping dan resiko tertentu yang berasal dari kandungan bahan didalamnya seperti tetrasiklin, sulfa, phenothiazine dan lainnya. Efek samping sunblock yang bisa dialami yaitu:

1. Reaksi Alergi

Efek samping sunblock mencakup beberapa bahan kimia yang bisa menyebabkan iritasi kulit dan kemerahan, bengkak, serta gatal. Beberapa orang dapat mengalami reaksi alergi yang lumayan parah dengan ruam dan rasa gatal yang meningkat. Reaksi alergi ini bisa disebabkan dari bahan kimia seperti pewangi dan pengawet yang ada pada sunblock. PABA biasanya digunakan dalam banyak sunblock yang dijual secara bebas yang bisa menyebabkan reaksi alergi tingkat tinggi. Karena itu, bahan ini banyak disingkirkan dari merk sunblock terkemuka. Anda bisa membeli sunblock yang berlabel hipoalergenik. Sunblock yang tidak mengandung PABA biasanya diberi label, tetapi bahan kimia lainnya bisa menyebabkan masalah alergi juga. Jika Anda masih tidak yakin mengenai bahan mana yang dapat menyebabkan alergi, lakukan tes alergi ke dokter ahli kulit. Anda juga bisa menggunakan sunblock yang berbahan zinc oksida karena lebih sedikit menyebabkan resiko alergi.

2. Membuat Jerawat Semakin Parah

Jika Anda memiliki kulit yang rentan berjerawat, beberapa bahan kimia dalam sunblock bisa memperburuk masalah Anda karena bisa membuat kulit menjadi semakin sensitif. Untuk menghindari efek samping sunblock, Anda bisa memilih sunblock yang berlabel non komedogenik dan tidak mengandung minyak. Gunakan sunblock yang cocok dengan jenis kulit Anda, hindari menggunakan sunblock untuk tubuh di wajah karena formulanya terlalu berat untuk kulit wajah. Jerawat juga bisa terjadi sebagai efek samping dari cuci muka pake pepsodent atau efek samping masker jahe yang dapat Anda alami dengan cara penggunaan yang salah.

3. Iritasi Mata

Mengaplikasikan sunblock yang masuk ke mata bisa menyebabkan mata sakit dan iritasi, juga menimbulkan rasa terbakar serta sensitivitas terhadap cahaya sementara. Beberapa mengklaim bahwa sunblock kimia juga bisa menyebabkan kebutaan. Jika tabir surya masuk ke mata, bilas secara menyeluruh dengan air dingin atau temui dokter Anda. Ketahui apa perbedaan moisturizer dan sunscreen agar Anda tidak menggunakannya secara salah.

4. Resiko Kanker

Sunblock memiliki kandungan yang dapat menimbulkan efek pada hormon estrogen di kanker sel payudara sehingga efek samping sunblock dapat meningkatkan resiko kanker. Beberapa merk sunblock memiliki efek pada tingkat hormon estrogen dalam darah. hingari menggunakan sunblock kimia pada anak – anak, karena kulit mereka cenderung dapat menyerap bahan kimia dengan cepat. Untuk remaja, gunakan sunscreen untuk kulit berminyak remaja yang tepat.

5. Sakit Pada Area Tertentu

Beberapa produk sunblock bisa menyebabkan kulit terasa tertarik atau mengencang dan bisa menyebabkan sakit di area tubuh yang memiliki rambut atau berbulu. Sunblock juga bisa menyebabkan titik – titik gatal di kulit yang cenderung berkembang menjadi bentol merah seperti ruam. Terkadang bentol ini bahkan juga berkembang menjadi berisi nanah di sekitar folikel rambut karena efek samping sunblock tersebut.

Menghindari Efek Sampingnya

Untuk menghindari terjadinya efek samping sunblock, Anda dapat melakukan hal – hal seperti berikut ketika menggunakannya.

  • Segera bilas dan cuci area kulit jika timbul kemerahan atau iritasi. Perhatikan cara memakai sunblock yang benar dan urutan memakai sunblock dan pelembab.
  • Temui dokter Anda, ahli obat atau ahli kulit untuk mengetahui cara memilih sunblock yang cocok dengan kandungan bahan yang berbeda.
  • Aplikasikan sunscreen setiap 2 jam jika Anda berada di luar untuk waktu yang lama.
  • Jika Anda menggunakan sunblock berbentuk lip balm, aplikasikan ulang hanya di area bibir.
  • Pilih produk sunblock untuk anak – anak dengan penuh pertimbangan, hindari pemakaian pada anak yang berusia kurang dari 6 bulan.
  • Pilih sunblock yang bebas minyak dan non komedogenik jika Anda memiliki kulit berminyak. Gunakan merk sunblock untuk wajah berminyak yang cocok.

Ada beberapa variasi produk sunblock yang bisa membingungkan untuk dipilih, dan itu adalah keputusan pribadi Anda untuk menggunakan jenis yang manapun. Seperti disebutkan diatas, memang ada beberapa efek samping sunblock. Maka cara terbaik untuk menghindari efek sampingnya adalah dengan menggunakan produk alami yang bebas bahan kimia. Anda bisa memilih sunblock yang mengandung titanium oksida atau zinc oksida untuk menjauhkan reaksi alergi atau efek estrogen dari tubuh.