9 Jenis Makanan Yang Tidak Boleh Dimakan Untuk Wajah Berjerawat

Jerawat adalah kondisi kulit umum yang mempengaruhi hampir 10 persen dari populasi dunia. Banyak faktor berkontribusi pada kemunculan jerawat sepeti produksi sebum dan keratin, bakteri penyebab acne, pori – pori tersumbat dan peradangan. Hubungan antara diet dan jerawat telah diteliti dan menunjukkan bahwa diet dapat memegang peranan penting dalam pertumbuhan jerawat. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang dapat memperburuk kondisi jerawat dan yang merupakan makanan yang tidak boleh dimakan untuk wajah berjerawat.

1. Karbohidrat Olahan

Orang yang wajahnya berjerawat cenderung lebih mengonsumsi karbohidrat olahan daripada orang – orang yang memiliki lebih sedikit jerawat atau justru tidak berjerawat. Makanan yang kaya akan karbohidrat olahan adalah:

  • Roti, biskuit, sereal atau makanan penutup yang dibuat dengan tepung putih.
  • Pasta yang dibuat dengan tepung putih.
  • Nasi putih dan mi putih.
  • Soda dan makanan atau minuman yang bergula lainnya.
  • Pemanis seperti gula, sirup mapel, madu atau pemanis buatan yang bisa menjadi penyebab wajah berminyak dan berjerawat.

2. Produk Susu

Banyak penelitian yang menemukan hubungan antara orang dewasa yang mengonsumsi susu atau es krim secara teratur mengalami resiko empat kali lebih tinggi untuk mengalami jerawat. Susu telah dikatakan dapat meningkatkan level insulin, berefek pada gula darah dan memperburuk jerawat. Susu sapi juga mengandung asam amino yang dapat menstimulasi hati untuk memproduksi senyawa IGF 1 yang berhubungan dengan kemunculan jerawat.

3. Fast Food

Jerawat dihubungkan dengan cara makan ala barat yang kaya akan kalori, lemak dan kerbohidrat olahan. Makanan cepat saji seperti burger, nugget, hot dogs, kentang goreng, soda dan lainnya adalah makanan untuk kulit berminyak yang buruk dan dapat meningkatkan resiko jerawat. Sebuah penelitian kepada lebih dari 500 remaja dan dewasa muda Cina menemukan bahwa diet tinggi lemak dihubungkan dengan 43% resiko kenaikan pertumbuhan jerawat. Mengonsumsi makanan cepat saji secara teratur akan menaikkan resiko tersebut sebanyak 17 persen.

4. Makanan Kaya Omega 6

Diet yang mengandung jumlah besar asam lemak omega 6 juga dikatakan dapat meningkatkan resiko peradangan dan jerawat. Makanan ala barat yang banyak mengandung omega 6 juga mengandung sejumlah besar minyak jagung dan kedelai yang kaya akan asam lemak omega 6. Ketidak seimbangan antara omega 6 dan omega 3 akan mendorong kondisi tubuh ke dalam kondisi meradang yang akan memperburuk jerawat. Anda juga bisa mencoba produk himalaya untuk kulit berjerawat dan manfaat theraskin acne untuk wajah.

5. Cokelat

Cokelat telah dicurigai sebagai pemicu jerawat sejak lama tetapi belum ada bukti yang benar – benar kuat. Beberapa survei telah menghubungkan bahwa mengonsumsi cokelat memiliki hubungan dengan peningkatan jerawat tetapi bukti yang ada tidak cukup untuk menunjukkan bahwa cokelat menyebabkan jerawat. Sebuah studi menunjukkan bahwa pria yang kulitnya rentan berjerawat yang mengonsumsi 25 gram dari 99 % dark chocolate mengalami peningkatan lesi jerawat setelah dua minggu. Satu penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi cokelat meningkatkan reaksi dari sistem imunitas pada bakteri penyebab jerawat.

6. Bubuk Whey Protein

Protein whey adalah suplemen diet yang populer, merupakan sumber yang kaya akan asam amino leucine dan glutamine. Kedua jenis asam amino ini membuat sel kulit bertumbuh dan membelah lebih cepat sehingga menyumbang kepada pembentukan jerawat. Asam amino dalam protein whey juga dapat menstimulasi tubuh untuk memproduksi tingkat insulin lebih tinggi, yang juga dapat mempercepat tumbuhnya jerawat. Beberapa studi kasus juga melaporkan hubungan antara konsumsi protein whey dan jerawat. Anda dapat mencoba manfaat daun binahong untuk jerawat atau khasiat kencur untuk wajah yang bisa mengatasi jerawat secara tradisional.

7. Gula

Anda mungkin telah mencurigai gula sebagai makanan yang tidak boleh dimakan untuk wajah berjerawat. Beberapa penelitian memang menemukan bahwa mungkin ada hubungan antara gula dan jerawat, namun tidak berarti apabila Anda mengonsumsi sepotong kue maka jerawat akan langsung muncul. Seberapa banyak gula yang Anda konsumsi setiap hari lah yang akan mempengaruhi timbulnya jerawat. Contohnya jika Anda mengonsumsi soda dan permen, kadar gula Anda akan meningkat tinggi dan jerawat akan muncul. Jika Anda mencurigai gula dapat menjadi masalah maka cobalah kurangi secara bertahap setiap hari untuk melihat perbedaannya.

8. Makanan Indeks Glikemik Tinggi

Ini adalah makanan yang tidak boleh dimakan untuk wajah berjerawat yang cepat terurai di tubuh sehingga memicu kenaikan insulin dan tingkat gula darah. Makanan ini memicu fluktuasi hormon dan peradangan yang akan memunculkan jerawat. Makanan seperti roti putih, sereal, keripik, kue, tart, dan lain sebagainya. Pilihlah makanan yang mengandung indeks glikemik rendah seperti sayuran, gandum utuh, ubi, dan buah – buahan untuk cara mengatasi wajah berminyak dan bekas jerawat.

9. Junk Food

Untuk alasan yang sama dengan kenaikan tingkat hormon dan tingkat gula darah, junk food berada pada daftar makanan yang tidak boleh dimakan untuk wajah berjerawat. Minum banyak air dan makanan yang lebih sehat untuk diet jerawat hormonal akan membantu tubuh Anda tetap seimbang.

Tentu saja banyak faktor lain yang turut menyumbang pada timbulnya jerawat. Misalnya tidak melakukan perawatan wajah berjerawat sebelum tidur, atau perawatan sehari – hari untuk wajah berjerawat. Makanan yang tidak boleh dimakan untuk wajah berjerawat adalah salah satu penyebabnya. Pola makan secara keseluruhan lebih mungkin memiliki dampak lebih besar untuk kesehatan kulit daripada hanya menghindari atau mengonsumsi satu jenis makanan tertentu saja. Mungkin tidak perlu untuk menghindari semua makanan yang terkait dengan jerawat tetapi Anda hanya perlu mengonsumsinya dalam tingkatan yang aman dan seimbang dengan makanan padat nutrisi lainnya. Sementara itu, Anda juga dapat menyimpan catatan mengenai makanan yang dikonsumsi dan hubungannya dengan kesehatan kulit Anda.