6 Tips Memilih Moisturizer Untuk Berbagai Jenis Kulit

Kulit kering biasanya terjadi ketika kulit kekurangan minyak, air atau keduanya. Anda akan mengenali kulit kering ketika kulit Anda tampak sedikit kusam, memiliki garis putih yang sangat terlihat, kulit terasa tidak nyaman dan kencang. Dalam kasus yang parah, kulit kering bisa menjadi retak – retak dan berdarah serta gatal. Untuk mencegah kekeringan tersebut, Anda memerlukan pelembap yang bagus. Anda mungkin berpikir bahwa semua pelembap adalah sama, lagipula pelembap hanyalah krim yang dikenakan pada wajah untuk menjaganya tetap terhidrasi.

Tetapi pendapat tersebut tidak sepenuhnya tepat. Ada banyak variasi dan ragam produk moisturizer dan semuanya terasa berbeda serta menyediakan manfaat kulit yang berbeda. Dengan banyaknya pilihan pelembap di pasaran, akan sulit mengetahui dimana harus memulai untuk memilih moisturizer yang cocok bagi kulit Anda. Berkeliling di lorong yang menjual produk kecantikan kulit yang penuh berisi krim wajah, pelembap tubuh dan wajah lotion atau salep  untuk kulit kering, sensitif, kulit putih atau kulit gelap bisa membuat Anda sulit menentukan pilihan tanpa mengetahui tips memilih moisturizer yang tepat berikut ini.

1. Untuk kulit berminyak

Walaupun kulit berminyak berarti Anda bisa mempertahankan kelembapan lebih baik daripada jenis kulit lainnya, Anda masih rentan pada cuaca dingin, keras atau angin dan lingkungan kering pada bulan – bulan kering. Jadi apabila Anda ragu apakah kulit berminyak butuh pelembap, jawabannya adalah ya, kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap. Jenis kulit berminyak akan tampak bagus menggunakan pelembap bebas minyak yang mengandung hyaluronic acid dan gliserin pada pelembap untuk kulit berminyak dan bruntusan.

2. Untuk kulit kering

Tips memilih moisturizer bagi pemilik kulit kering yang rentan mengalami eksim adalah dengan memilih lotion dan moisturizer yang mengandung asam hyaluronat dan dimethicone yang akan membuat kulit tetap terhidrasi. Jika Anda tidak menyukai bahan – bahan tersebut, cobalah pelembap berbahan dasar krim yang mengandung lebih banyak minyak dalam formulanya. Anda bisa mencoba pelembap sariayu untuk kulit kering.

3. Untuk kulit sensitif

Kulit yang benar – benar sensitif memiliki sistem imun yang lemah, ini berarti lebih mudah teriritasi oleh beberapa bahan tertentu dan oleh wewangian bahkan yang diberi label alami. Tips memilih moisturizer untuk kulit sensitif adalah yang tidak beraroma dan hipoalergenik, pelembap untuk kulit sensitif  yang mengandung lidah buaya atau chamomile. Hindari bahan – bahan yang biasa digunakan dalam cara mengatasi penuaan dini seperti retinoid, alpha hydroxy acid (AHA), dan beta bydroxy acid (BHA).

4. Untuk kulit normal

Jika kulit Anda tidak terlalu berminyak atau terlalu kering, Anda memiliki jenis kulit normal. Tips memilih moisturizer untuk kulit normal lebih mudah karena tidak memerlukan persyaratan khusus. Pilihlah pelembap yang netral, ringan dan tidak berminyak dari berbagai merk pelembap wajah  yang bagus dan murah. Pelembap yang dibuat untuk kulit normal biasanya mengandung minyak ringan atau berbahan dasar silikon seperti cyclomethicone.

5. Untuk kulit kombinasi

Jenis kulit kombinasi berarti memiliki jenis kulit normal di sekitar pipi tetapi juga memiliki area berminyak di bagian T wajah yaitu pada bagian atas hidung dan di sepanjang hidung Anda. Anda mungkin tidak perlu mengoleskan pelembap untuk kulit kombinasi di area T wajah. Tetapi bagian wajah lainnya memerlukan pelembap seperti pada pipi, dagu, dan bagian sisi rahang. Pilih pelembap yang sederhana, netral dan ringan.

6. Membaca labelnya

Pelembap adalah langkah penting dalam perawatan kulit rutin. Cara paling baik untuk melawan kerusakan kulit dari paparan sinar UV adalah untuk mengenakan sunscreen setiap hari. Tips memilih moisturizer adalah dengan mencari yang memiliki kandungan SPF minimal 15 atau lebih tinggi dan menggunakannya setiap hari seperti yang dianjurkan. Label pada produk perawatan kulit juga dapat menunjukkan banyak hal. Carilah yang mencantumkan label “alergy tested” dan non komedogenik. Walaupun label itu tidak akan menjamin tidak akan mengiritasi kulit Anda, tetapi mengecek label bisa menjadi langkah pertama yang bagus untuk mulai mencari pelembap yang cocok. Ketahui juga apa perbedaan moisturizer dan sunscreen agar Anda bisa menggunakan manfaatnya masing – masing secara maksimal. 

Bahan yang harus dihindari

Kandungan bahan yang berlebih tidak selalu lebih baik jika hal itu menyangkut tips memilih moisturizer. Untuk mendapatkan keuntungan paling maksimal bagi kulit Anda, hindari beberapa bahan tambahan berikut ini.

  • Pewangi dan pewarna – Apapun tujuan Anda dalam tips memilih pelembap, kebanyakan ahli kecantikan menyarankan untuk menghindari bahan yang tidak perlu dan bisa mengiritasi seperti tambahan pewarna dan pewangi. Bahan anti bakteri juga dapat menghilangkan minyak esensial pada kulit. Kenali apa ciri – ciri tidak cocok memakai pelembap yang mungkin muncul di wajah Anda.
  • Bahan lotion tubuh – Bahan yang bagus untuk tubuh belum tentu juga baik untuk pelembap di wajah Anda. Hindari pelembap wajah dengan kandungan yang banyak terdapat di lotion untuk tubuh seperti lanolin, mineral oil, shea butter dan wax karena bisa menyumbat pori – pori dan menyebabkan jerawat di wajah.
  • Hindari asam – Terlalu banyak asam juga tidak berefek baik bagi wajah. Jika Anda memiliki kulit yang kering atau sensitif, hindari AHA, asam glikolat, asam retinoat dan asam salisilat. Bahan – bahan tersebut bisa menembus kulit terlalu dalam dan merusak kulit yang lembut. Hindari juga produk yang mengandung alkohol.
  • Hindari steroid – Batasi penggunaan steroid krim atau salep hanya selama 1 – 2 minggu kecuali dokter Anda merekomendasikannya lebih lama. Menggunakan bahan steroid terlalu banyak bisa membuat kulit menjadi tipis dan bermasalah.

Tips memilih moisturizer mungkin akan menjadi tantangan yang mengharuskan Anda melakukan beberapa kali percobaan sebelum menemukan pelembap yang tepat. Dan pilihan pelembap Anda bisa saja berubah sesuai musim, jadi apa yang cocok digunakan sekarang belum tentu akan cocok ketika iklim berganti. Selalu lakukan tes alergi pada produk baru dengan mengoleskannya sedikit di sisi leher Anda. Jika pada leher tidak timbul reaksi alergi, maka seharusnya tidak akan menimbulkan reaksi juga pada kulit wajah.