10 Ciri Alergi Cream Wajah yang Perlu Diperhatikan

Produk kecantikan dimulai dari sampo hingga make up akan membantu Anda merasa berada di puncak penampilan. Akan tetapi, produk – produk tersebut juga bisa menimbulkan reaksi alergi berupa kulit yang teriritasi. Sebuah penelitian dermatologis yang dipublikasikan pada 2010 menemukan bahkan lebih dari sepertiga dari 900 peserta pernah mengalami paling tidak satu kali reaksi alergi pada bahan kosmetik. Masalah alergi tersebut bisa bervariasi dari ruam sederhana sampai reaksi alergi penuh.

Gejalanya bisa dimulai tepat setelah penggunaan produk baru atau setelah bertahun – tahun menggunakan produk yang sama tanpa adanya masalah. Ada dua tipe reaksi yang bisa timbul pada penggunaan krim wajah. Pertama adalah dermatitis kontak berupa iritasi, yang terjadi apabila suatu produk benar – benar merusak kulit Anda sehingga menimbulkan reaksi di area kulit yang dioleskan krim. Reaksi lain berupa dermatitis kontak yang terjadi karena alergi.

Tipe – tipe Dermatitis Kontak

Ada dua jenis dermatitis kontak yaitu dermatitis kontak alergi dan dermatitis kontak iritan. Sebagian besar kasus dermatitis kontak yang diperkirakan sekitar 80% adalah iritan. Itu artinya kulit mengalami iritasi atau sensitif terhadap sesuatu. Kontak dermatitis karena iritan bisa berkembang cepat setelah ekspos pada zat tertentu yang menjadi penyebabnya. Bisa terjadi dalam hitungan detik atau bahkan mingguan setelahnya. Walaupun pada dasarnya bukan merupakan alergi karena paparannya hanya terbatas pada kulit saja, namun dermatitis kontak iritan kerap digolongkan sebagai reaksi alergi.

Kontak dermatitis karena alergi yang sesungguhnya lebih jarang terjadi. Ini adalah benar – benar reaksi alergi terhadap suatu substansi tertentu. Reaksinya bahkan seringkali lebih berat daripada tipe dermatitis kontak iritan. Reaksi akan terjadi pada waktu 12 jam hingga puncaknya pada 48 jam setelah ekspos pada zat penyebabnya yang terkandung pada cream wajah tersebut. [Ad-Sense-B]

Gejala Alergi Penggunaan Cream Wajah

Membedakan kedua reaksi alergi cream wajah tersebut sulit dilakukan, bahkan seseorang bisa mengalami kombinasi dari keduanya. Gejala yang muncul  akan berbeda tergantung pada zat pemicunya, yang dikenal sebagai alergen. Untuk mengenali ciri alergi cream wajah yang timbul, perhatikan beberapa gejala berikut ini:

  1. Timbulnya ruam tunggal atau berkelompok yang dikenal dengan sebutan hives.
  2. Adanya area kulit yang menggembung atau bengkak.
  3. Terdapat bintik – bintik merah kecil di kulit wajah.
  4. Ada rasa gatal, menyengat atau rasa terbakar adalah ciri – ciri skincare tidak cocok pada kulit wajah.
  5. Bibir dan mata yang membengkak.
  6. Lidah juga bisa mengalami pembengkakan.
  7. Mata yang gatal dan memerah.
  8. Mata yang berair.
  9. Kulit menjadi kering, mengelupas dan pecah – pecah.
  10. Kemunculan jerawat parah atau breakout yang meradang dan gatal. Kenali bedanya purging dan tidak cocok pada kulit, serta tanda – tanda kulit wajah tidak cocok dengan kosmetik.

Gejala ini bisa muncul dan berkembang dalam hitungan detik atau menit, atau bahkan bertahap dalam beberapa jam. Biasanya gejala akan bersifat ringan tetapi dalam kasus langka bisa menyebabkan anafilaksis, yang merupakan kondisi mengancam nyawa.

Penyebab Alergi Cream Wajah

Agar dapat menghindari timbulnya ciri alergi cream wajah, Anda bisa saja mewaspadai beberapa bahan di dalam cream wajah berikut ini yang bisa menjadi penyebab alergi kulit wajah:

  • Pewangi dan pengawet

Wewangian adalah penyebab ciri alergi cream wajah yang paling umum, kebanyakan produk termasuk cream wajah mengandung pewangi buatan agar tidak berbau aneh. Pewangi ini terbuat dari beragam zat yang dapat menimbulkan alergi kulit. Pengawet adalah penyebab paling umum kedua, walaupun diperlukan agar produk tetap aman namun dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang. Zat pengawet yang paling umum digunakan adalah paraben, formaldehyde, formalin, imadazolidinyl urea, isothiazolinone, dan lain sebagainya.

  • Pewarna

Pewarna untuk makanan, obat atau kosmetik lazim digunakan dalam produk cream wajah. Pewarna macam apapun bisa menjadi sumber alergi pada orang sensitif, namun warna merah, kuning dan merah tua lebih cenderung menimbulkan reaksi.

  • Bahan alami

Walaupun cream Anda terbuat dari bahan alami, nyatanya resiko ciri alergi cream wajah tetap dapat dialami juga. Misalnya, minyak esensial yang biasanya digunakan untuk menambahkan wewangian pada produk skincare dan kosmetik. Tea tree oil atau Melaleuca alternifolia adalah minyak yang paling sering menimbulkan reaksi, yang banyak digunakan pada produk perawatan wajah dan rambut.Jenis minyak lainnya adalah peppermint oil, ylang – ylang, cengkeh, kayu manis dan minyak cassia. Lanolin yang terbuat dari bulu domba, terkandung dalam cream wajah dan body lotion juga dapat menimbulkan ciri alergi cream wajah.

  • Produk hipoalergenik

Sangat wajar untuk beralih kepada produk hipoalergenik bagi pemilik kulit yang sangat sensitif, tetapi kondisi kulit setiap orang berbeda. Produk berlabel bebas pewangi, hipoalergenik, atau khusus untuk kulit sensitif tidak menjamin tidak akan timbul ciri alergi cream wajah atau akan menjadi ciri – ciri cocok memakai krim wajah dan tanda skincare cocok dan berfungsi. Resikonya memang akan berkurang banyak namun kemungkinan tetap ada, misalnya menjadi penyebab wajah bruntusan .

Terkadang akan mudah untuk mengurutkan penyebabnya dengan kapan dan dimana ciri alergi cream wajah itu muncul. Akan tetapi untuk mengetahui secara pasti zat apa yang menjadi penyebabnya mungkin akan sulit. Itu disebabkan karena ada banyak sekali bahan yang terkandung dalam cream wajah. Cara mengatasi kulit alergi kosmetik berupa tes alergi hanya akan melakukan pengujian pada 20-30 bahan yang paling umum menimbulkan alergi, yang menyebabkan sebagian besar kasus dermatitis kontak. Apabila Anda sering mengalami reaksi alergi cream wajah, sebaiknya baca dengan seksama kandungan bahan – bahannya sebelum membeli. Pastikan Anda mengetahui nama latin dari bahan penyebab alergi tersebut.