12 Cara Membuat Henna Alami di Rumah

Mungkin Anda pernah melihat pengantin yang tampak eksotis dengan gambar berpola etnik yang ditorehkan di punggung tangan dan kakinya. Bahan yang digunakan untuk membuat pola gambar atau tato tersebut adalah henna atau inai. Tato Henna memang identik dengan pernikahan, banyak pengantin wanita di India yang menghiasi tangan dan kakinya dengan motif yang beraneka ragam. Henna tidak hanya digunakan untuk memberi dekorasi pada tangan dan kaki saja, namun juga dapat digunakan untuk mewarnai kuku dan rambut.

Berasal dari sebuah tanaman yang bernama latin Lawsonia Innermis, henna telah dikenal sejak zaman Cleopatra. Tanaman henna masuk dalam golongan tanaman rumput yang usianya bisa mencapai satu sampai dua tahun. Juga dikenal dengan nama Inai, Mehndi, atau Pacar, tumbuhan henna berupa daun berwarna hijau yang bercabang banyak serta merupakan tanaman merambat. Henna bisa tumbuh di daerah yang beriklim panas diantaranya wilayah Asia Selatan dan Afrika Utara. Dalam pembuatannya, daun henna yang dikeringkan kemudian ditumbuk sampai menjadi bubuk dan dikemas menjadi bahan yang biasa dipakai untuk mewarnai kulit serta rambut.

Tradisi Menggunakan Henna

Henna biasanya digunakan di India pada acara penting seperti pada saat pernikahan atau tradisi lainnya. Mempelai wanita akan dihias tangannya mulai dari ujung jari sampai siku menggunakan henna. Dalam hiasan itu juga ditulis nama pengantin pria secara tersembunyi. Maksudnya agar henna ini dapat mencegah hal jahat dan mendatangkan nasib baik bagi pemakainya. Di Indonesia, pemakaian Henna atau Inai pada tradisi pernikahan juga dikenal di beberapa daerah tertentu.

Manfaat Henna untuk Rambut

Henna tidak hanya bisa digunakan untuk menghias kulit dengan motif – motif gambar eksotis, namun juga bisa digunakan untuk mewarnai rambut. Beberapa manfaat henna untuk rambut yaitu:

Manfaat Henna untuk Kecantikan dan lainnya

Selain untuk rambut, henna juga mempunyai manfaat untuk kecantikan dan juga hal lainnya yaitu:

Henna Pasta

Bagi Anda yang ingin tahu bagaimana cara membuat henna alami sendiri yang bahannya berasal dari daun henna, langkah – langkah berikut ini bisa Anda simak lebih dulu:

1. Mengetahui Jenis Bubuk Henna

Tidak hanya satu jenis bubuk henna yang ada di pasaran. Anda harus dapat membedakan jenis – jenisnya dengan baik. Dibutuhkan bubuk yang masih alami dan segar agar bisa menghasilkan warna yang pekat. Beberapa hal yang perlu diketahui tentang bubuk henna yaitu:

  • Bubuk henna yang asli hanya memberikan warna kemerahan pada kulit atau rambut. Jadi, jika menemukan henna hitam atau pirang, besar kemungkinan telah dicampur dengan bahan lainnya. Biasanya campurannya adalah bahan kimia. Sebaiknya Anda menghindari henna jenis ini jika tidak yakin pada keamanan produknya.
  • Aroma bubuk henna yang masih segar adalah berbau seperti jerami yang baru dipotong. Warna bubuk henna bergradasi mulai dari hijau sampai ke warna khaki, semakin terang warnanya maka semakin segar bubuk tersebut.
  • Bubuk inai yang sudah tidak terlalu segar akan berwarna kecoklatan dan tidak beraroma, atau beraroma samar, serta akan menyebabkan hasil warna akhir kurang tajam.

2. Membeli Bubuk Henna

Bubuk henna dapat dibeli dengan mudah melalui toko online ataupun di toko bahan obat yang terpercaya, pastikan henna yang Anda beli masih alami dan segar. Anda bisa mencari informasi di internet mengenai produsen atau penjual henna yang terpercaya. Hindari membeli henna dari toko bahan makanan, karena bisa jadi henna yang dijual bukan merupakan henna bubuk yang masih segar.

3. Siapkan Alat – alat dan Bahannya

Setelah mengetahui cara mengenali bubuk henna segar dan dimana membeli henna tersebut, maka Anda dapat mulai menyiapkan alat – alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat henna sendiri. Alat yang diperlukan yaitu:

Simpan bubuk henna yang telah Anda beli dalam wadah kedap udara dan di tempat yang tidak terlalu panas, karena bubuk inai atau henna sensitif terhadap udara panas dan dapat mempengaruhi kualitasnya.

4. Meracik Henna

Sebaiknya Anda meracik bubuk henna sehari sebelum akan digunakan. Racikan henna memerlukan waktu sekitar satu hari sampai warnanya benar – benar tampak. Campurkan semua bahan yang diperlukan hingga merata. Cara meracik henna tersebut yaitu:

  • Masukkan bubuk henna sekitar dua puluh sampai seratus gram ke dalam mangkuk plastik atau kaca. Dua puluh gram bubuk akan dapat menghasilkan sekitar 89 ml pasta henna. Jangan memilih mangkuk kayu atau logam, karena kedua bahan tersebut akan bereaksi dengan henna.
  • Campurkan enam puluh mili air jeruk lemon atau cuka apel  dan dua puluh gram henna sampai teksturnya lembut. Jika bubuk yang digunakan lebih dari dua puluh gram, maka jumlah cairan asam juga harus bertambah dengan perbandingan 3:1. Contohnya, jika Anda menggunakan bubuk henna sebanyak seratus gram, maka cairan asam yang harus digunakan sebanyak 300 mililiter.
  • Jika menggunakan sari buah segar, jangan lupa untuk menyaring bulirnya sehingga tidak masuk ke dalam campuran henna.
  • Jika masih menggumpal, tambahkan sedikit cairan asam sampai teksturnya menjadi lembut.
  • Tambahkan satu setengah sendok gula untuk ukuran dua puluh gram henna yang dapat membantu henna menempel lebih baik pada kulit dan tetap melembabkan kulit. Sesuaikan ukuran gula dengan henna. Misalnya, jika menggunakan henna sejumlah seratus gram, maka gula yang digunakan berjumlah tujuh setengah sendok. Gula juga membantu agar pasta tidak cepat kering.
  • Masukkan satu setengah sendok minyak esensial ke dalam campuran tersebut. Gunanya untuk memberikan warna yang semakin pekat dan aroma yang lebih sedap. Gunakan minyak kayu putih, minyak lavender, eucalyptus, atau tea tree. Ada minyak esensial yang harus dihindari, yaitu moster dan cengkih karena mempunyai efek yang kurang baik bagi tubuh.

5. Mengecek dan Menyimpan Adonan Henna Anda

Setelah semua bahan tercampur rata, Anda bisa mengeceknya terlebih dulu dan memastikan adonan henna yang telah dibuat dapat tersimpan dengan baik. Cara menyimpan adonan henna yang baik adalah

  • Jika campuran sudah halus, cara terbaik untuk menyimpannya adalah menutup wadah dengan plastik rapat selama 24 jam untuk memastikan Anda mendapatkan kualitas warna yang terbaik.
  • Pastikan tidak ada kantung udara saat Anda menutup wadah pasta henna. Gunakan plastik wrap yang kencang tepat diatas permukaan wadah.
  • Taruh wadah henna di tempat yang kering dan bersuhu tepat, yaitu sekitar 24-30 derajat celcius.

6. Menggunakan Adonan Henna 

Setelah menyimpannya selama 24 jam, sudah waktunya Anda menggunakan campuran henna yang telah dibuat sendiri ini. Jika semua langkah pembuatan diikuti dengan baik, maka Anda akan melihat bahwa adonan henna telah menampakkan warna yang paling baik kualitasnya. Anda bisa menggunakannya untuk menghias kulit tangan dan kaki atau untuk mewarnai rambut. Ketahui juga manfaat kopi untuk rambut dan manfaat urang aring untuk rambut yang akan memberikan manfaat perawatan terbaik bagi rambut Anda. Ada pula manfaat kulit apel untuk rambut dan manfaat teh hijau untuk rambut.

Henna Bubuk

Bubuk henna yang alami adalah yang berasal dari daun henna juga. Saat ini banyak orang yang memalsukan bubuk henna untuk mendapatkan keuntungan lebih sehingga selalu ada resiko jika menggunakan bubuk henna yang sudah jadi. Jika Anda ingin lebih yakin terhadap kualitas bubuk henna yang digunakan, Anda bisa mencoba membuatnya sendiri. Itu adalah solusi yang tepat agar tidak selalu merasa tidak nyaman dan takut akan mendapatkan efek yang kurang baik dari produk palsu. Berikut adalah cara membuat bubuk henna yang alami:

  1. Pastikan Kualitasnya – Anda perlu memastikan kualitas daun henna yang akan dibuat menjadi bubuk lebih dulu agar dapat menghasilkan warna berkualitas terbaik. Pastikan bahwa daun inai atau henna yang digunakan masih segar dan benar – benar kering.
  2. Jemur – Untuk memastikan daun henna benar kering, Anda bisa menjemurnya lebih dulu di bawah sinar matahari. Jemurlah sampai daun menjadi kering dan renyah agar dapat dibuat menjadi bubuk dengan mudah.
  3. Pisahkan tangkai dan batang – Ketika daun inai sudah kering, pisahkan tangkai dan batang daunnya. Hal ini berguna agar daun henna tersebut dapat menghasilkan warna yang paling kuat.
  4. Jadikan bubuk – Daun henna yang sudah kering dan renyah sudah dapat dijadikan bubuk dengan menumbuknya atau menggunakan blender. Setelahnya, giling bubuk inai sampai menjadi serbuk yang halus untuk memastikan bahwa pasta inai tidak mempunyai serat yang akan mempengaruhi warnanya.
  5. Saring – Untuk memastikan bubuk henna yang dihasilkan sehalus mungkin, Anda bisa menyaringnya menggunakan kain nilon seperti yang digunakan untuk membuat stoking.
  6. Simpan – Wadah yang kedap udara diperlukan untuk menyimpan bubuk henna ini agar tidak sampai terkena cairan apapun yang dapat merusak kualitasnya. Jaga bubuk henna agar tetap segar dengan menaruh wadahnya di tempat yang bersuhu normal. Hindari tempat panas yang dapat merusak kualitasnya dan tidak akan menghasilkan warna yang tajam.

Memang agak sulit untuk membedakan henna asli dengan yang tiruan. Karena itulah diperlukan kesadaran tinggi dari Anda untuk mengenali jika ada tanda – tanda yang kurang beres dari sebuah produk henna. Hal itu sangat penting, karena akibat dari penggunaan henna palsu bisa berupa masalah kulit yang parah, bahkan hingga ke ancaman kanker kulit.  Cara membuat henna bubuk dari daun pacar yang telah dibahas di atas bisa Anda ikuti jika menginginkan bubuk henna yang diketahui dengan pasti mengenai kualitasnya. Itu adalah cara membuat henna alami dan tanpa tambahan bahan kimia, sehingga sangat aman untuk digunakan. WAlaupun membuatnya sendiri, berhati – hatilah terhadap kemungkinan alergi. Tes lebih dulu henna sebelum digunakan ke kulit atau rambut Anda.