6 Cara Memilih Softlens Sesuai Bentuk Mata yang Cocok

Awalnya digunakan untuk memperbaiki kualitas penglihatan, lensa kontak saat ini sudah menjadi salah satu item fashion yang banyak diminati terutama oleh para wanita. Trend memakai lensa kontak berwarna yang bisa membuat mata tampak semakin cantik. Lensa kontak bahkan bisa membuat mata minus tampak semakin ekspresif. Hal ini tentulah membuat popularitas lensa kontak semakin meningkat dan banyak orang mencari tips memilih softlens yang tepat. Mencari lensa kontak sekarang ini sangat mudah, bahkan harganya juga sangat terjangkau. Namun dari segala kehebohan yang ditimbulkan oleh trend tersebut, orang kerap kali melupakan bahwa lensa kontak pada dasarnya adalah suatu alat medis. Sehingga, tidak semua orang dapat dengan mudah memakainya begitu saja. Memilih lensa kontak memiliki aturan tersendiri karena tidak semua orang mempunyai bentuk mata yang sama. Bentuk mata setiap orang bisa saja berbeda – beda antara satu orang dan lainnya, karena itu sangat penting untuk memperhatikan cara memilih softlens sesuai bentuk mata.

1. Lakukan pemeriksaan lengkap

Pastikan mata Anda diperiksa lebih dulu secara menyeluruh sebagai cara memilih softlens sesuai bentuk mata yang benar. Pemeriksaan ukuran minus, silinder, kelengkungan kornea hingga kepada pemeriksaan kesehatan umum untuk mata dan kelopak. Melakukan pemeriksaan lengkap berguna agar Anda dapat menemukan lensa kontak yang benar – benar cocok untuk mata Anda. Selain melakukan pemeriksaan lengkap, cari tahu juga bagaimana cara membedakan softlens kanan dan kiri agar tidak salah memasangnya.

2. Pastikan ukuran diameternya

Ketika melakukan cara memilih softlens sesuai bentuk mata, pastikan ukuran diameter softlens Anda sesuai dengan kelopak mata. Hal ini sangat penting agar ketika digunakan softlens akan membuat mata terasa nyaman dan juga tidak tampak aneh jika dilihat orang lain. Misalnya, untuk mata kecil Anda bisa memilih softlens berdiameter kecil dan sedang (dibawah 14mm). Sedangkan untuk mata sipit bisa memilih diameter softlens besar sekitar 14mm – 15 mm agar mata tampak lebih besar dengan memilih merk softlens  yang bagus dan memperhatikan tips menggunakan softlens yang aman.

3. Sesuaikan dengan minus mata

Kecocokan lensa dengan kondisi minus mata juga sangat penting dalam cara memilih softlens sesuai bentuk mata. Memastikan kecocokannya penting karena dapat memastikan fokus mata kembali nnormal dan membuat mata bisa kembali melihat dengan jelas. Untuk memastikan kecocokan tersebut Anda perlu memeriksakan diri pada dokter spesialis mata khusus.

4. Memperhatikan kelengkungan

Kelengkungan softlens atau base curve dan kadar air juga sangat penting untuk cara memilih softlens sesuai bentuk mata. Kelengkungan lensa kontak  yang terlalu besar bisa membuatnya longgar sehingga mudah lepas. Sedangkan kelengkungan atau base curve yang terlalu kecil bisa membuat lensa kontak terasa terlalu ketat dan tidak akan sehat bagi mata. Memperhatikan kadar air softlens yang bagus dan sesuai juga sangat penting. Semakin tinggi kadar airnya maka semakin banyak air di bola mata yang akan diserap oleh lensa kontak dan mata akan semakin kering. Tipis tebalnya softlens juga perlu diperhatikan karena softlens  yang terlalu tebal akan membuat mata juga terasa aneh dan kurang nyaman.

5. Memilih bahan yang aman

Memilih material yang aman untuk cara memilih softlens sesuai bentuk mata juga sangat penting. Lensa kontak biasanya berbahan dasar hydrocyethyl methacrylate (HEMA) yaitu sejenis bahan polimer yang dapat mengandung air. Kemudian diluncurkan lensa kontak berbahan silicone hydrogel di tahun 90an yang menambah variasi macam – macam softlens, tipe ini lebih meneruskan oksigen ke mata yang sedang menggunakan lensa kontak. Pilih bahan yang tidak kedap udara dan memungkinkan udara mengalir ke bola mata. Bola mata juga tidak berbeda dengan kulit kita karena tetap membutuhkan oksigen agar tetap sehat.

6. Memilih warna dan lensa

Menyesuaikan warna softlens dengan mata juga sangat penting karena orang Indonesia rata – rata memiliki bola mata hitam atau coklat. Untuk itu, warna coklat seringkali digunakan sebagai patokan untuk warna softlens agar dapat berbaur dengan sempurna bersama warna mata asli. Ada lensa kontak yang dibuat sesuai dengan bentuk kornea mata seseorang. Metode yang menggunakan lensa kontak tersebut dinamakan ortokeratologi atau orto-k. Pada metode ini digunakan lensa kontak yang diukur khusus menyesuaikan bentuk kornea agar dapat meningkatkan kualitas penglihatan. Tetapi lensa kontak jenis ini harus digunakan secara rutin dan hanya bisa digunakan sementara untuk pengidap rabun jauh yang tidak terlalu parah. Metode ini sekarang jarang digunakan karena kebanyakan orang memilih dilaser untuk memperbaiki penglihatannya.

Untuk cara memilih softlens sesuai bentuk mata, sebaiknya tidak dilakukan begitu saja di konter – konter kosmetik dan sejenisnya yang menjual softlens atau secara online. Sebabnya karena pemakaian lensa kontak tetaplah termasuk pemakaian alat medis yang benar – benar harus disesuaikan dengan mata agar tidak menimbulkan efek samping apapun yang merugikan. Pemakaian lensa kontak seharusnya didahului oleh pemeriksaan yang dilakukan oleh ahli kesehatan mata dan dengan peralatan yang lengkap. Perlunya rekomendasi ahli terhadap lensa kontak yang akan digunakan menunjukkan upaya untuk meminimalisir efek samping yang bisa terjadi. Membeli lensa kontak secara sembarangan bisa membahayakan kondisi mata Anda, terutama jika Anda adalah orang dengan tingkat aktivitas tinggi, sering bekerja di depan komputer dan di ruangan ber – AC. Pahami juga bagaimana cara membersihkan softlens, cara membuka softlens baru dengan aman dan cara memakai softlens yang benar.